
Natuna – Jalan lingkar itu dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menuju pelabuhan Sentra kelautan Perikanan Terpadu dan pelabuhan Kapal Pelni di Selat Lampa, Runtuh bahu jalan perkirakan Hujan berkepanjangan diserta Longsor sehingga material tanah disapu ombak dan runtuh terbawa gelombang.
Akses jalan baru yang mulai dibuka pada bulan April 2022 lalu itu, merupakan realisasi program kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI) di Natuna. Pembangunan jalan tersebut mulai dilaksanakan pada tahun 2020 lalu, dan selesai pada awal tahun 2022 ini.
Jalan yang dibangun dengan menghancurkan bukit dan berada dipinggir tebing yang langsung menjorok kelaut itu, memang memiliki pemandangan yang cukup indah.
Dan kerap dijadikan tempat berfoto bagi masyarakat yang lewat. Saat ini jalan sepanjang lebih kurang 8 kilometer dan berada 100 meter diatas permukaan laut itu, sebenarnya masih dalam tahap pemeliharaan, namun pengerjaannya telah selesai dan dapat dilalui oleh masyarakat.

Sayangnya dalam masa pemeliharaan ini, jalan tersebut mengalami kerusakan akibat cuaca buruk yang terjadi pada hari Jum’at pekan lalu.
Besi pembatas jalan yang terpasang dipinggir jalan, bahkan lepas, tebing yang terbuat dari tanah dan batu tebing tergerus oleh gelombang laut yang naik saat air laut pasang.
Menangapi itu Bupati Natuna, Wan Siswandi didampingi Kadishub Natuna, Alazi tinjau bahu jalan Lingkar Sekunyam desa Teluk Depeh yang runtuh tergerus ombak, Senin (11/7).
Bahu jalan jalan Lingkar Sekunyam runtuh akibat tergerus ombak besar yang terjadi beberapa waktu lalu. Akibat kejadian ini, pemerintah daerah melarang sementara waktu kepada masyarakat untuk tidak menggunakan akses jalan tembus dari desa Teluk Depeh menuju pelabuhan Selat Lampa serta untuk sekedar berwisata.
Menurut Wan Siswandi, pemerintah daerah Natuna juga akan segera menyurati kementrian terkait agar segera memperbaiki kerusakan bahu jalan tersebut, agar dapat dipergunakan kembali oleh masyarakat.
“Ini faktor alam, dan kita patut bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ungkap Wan Siswandi.
Sementara itu, dari pihak satuan kerja kementerian PU Kepri, Lutfi menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada BWS untuk segera dilakukan perbaikan.
“Kita akan mengusulkan pemasangan penahan ombak di sepanjang area yang terdampak ombak saat musim tertentu,” ungkap Lutfi.
Atas kejadian ini, pihak dinas perhubungan kabupaten Natuna juga menghimbau kepada masyarakat agar sementara waktu tidak menggunakan akses jalan tersebut.
“Ya ini untuk keselamatan bersama, untuk sementara waktu baiknya masyarakat tidak ada yang berlalu lalang di jalan Lingkar Sekunyam,” tegas Alazi.
(Rk)

























