“Hasil keputusan rapat disepakati untuk melakukan perubahan susunan kepengurusan khususnya mengeluarkan nama-nama pengurus yang mengundurkan diri. Pengurus DPD juga menyampaikan apresiasinya terhadap kesigapan DPP Partai Demokrat dalam mengambil langkah cepat dan taktis sesuai prosedur dalam menyikapi mundurnya Asnah sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kepri,” jelas Didik.
Dia menjelaskan, konsolidasi internal dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi yang juga dihadiri oleh seluruh Ketua DPC (berjumlah tujuh DPC), bersama unsur DPD Provinsi Kepri dengan agenda mendengarkan pernyataan sikap tegak lurus dan setia kepada AD/ART, Keputusan Ketua Umum AHY dan peraturan organisasi lainnya.
“Karena sebagai kader Partai Demokrat, Kami semua menyadari bahwa modal utama dan kekuatan Partai Demokrat adalah loyalitas dan totalitas,” tambahnya.
Rapat koordinasi ditutup dengan menerima arahan langsung dari Ketua Umum Demokrat AHY didampingi Sekjen Teuku Riefky Harsya dan Bendahara Umum secara virtual.
“Sekali lagi kami tegaskan bahwa Partai Demokrat sebagai partai yang berdaulat tidak akan gentar dengan ancaman dari siapapun, apalagi hanya untuk kepentingan pribadi oknum atau kelompok tertentu yang dapat merugikan semangat perjuangan para kader dan simpatisan Partai Demokrat di Kepri,” ungkap Didik.
Didik menyampaikan, secara organsisasi dan fungsional dapat dipastikan tidak berdampak kepada pengelolaan Partai Demokrat di Kepri. Termasuk tahapan verifikasi partai politik yang saat ini sedang berjalan di KPU.
Partai Demokrat sebagai partai yang terbuka selalu siap membuka diri kepada segenap putra-putri Kepri yang ingin bergabung dan berjuang bersama Partai Demokrat untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Kepri, karena harapan rakyat adalah perjuangan Demokrat.
“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat yang telah menugaskan secara khusus Wakil Sekjen Renanda Bachtar (mantan Plt. Ketua DPD Kepri) dan Sekretaris BPOKK Rocky Amu untuk mengawal berjalannya proses konsolidasi sesuai AD/ART,” pungkas Didik. (*)
Editor: Yusuf Riadi




























