
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-114 tahun 2022 Desa Parit, sangat terbantu dengan adanya partisipasi dan dukungan dari masyarakat Desa setempat.
Pasalnya warga yang turut serta membantu para personel Satgas TMMD, dengan memikul bahan-bahan material ke lokasi, bahu membahu dan bergotong-royong bersatu padu.
Tampak senyum sumringahnya para warga dengan semangat bercampur menjadi satu ditengah-tengah keakraban.
Salah satunya warga Desa Parit bernama Hasanuddin (47). Dirinya mengakui sangat senang dan terbantu, dengan adanya program Fisik TMMD tersebut, yakni berupa perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Allhamdulillah sangat terbantu, terasa mimpi menjadi kenyataan. Sehingga rumah saya sudah layak untuk dihuni. Terimakasih banyak Bapak-bapak dari TNI yang sudah merenovasi rumah kami,” kata Hasanuddin, Senin (8/8/2022).
Dimana sebelumnya, kata Hasanuddin rumahnya dahulu kala dindingnya saja terbuat dari kayu papan, atapnya dari daun rumbiya, sehingga kerap kali mengalami kebocoran apabila sedang turun hujan.
“Jadi kalau sedang turun hujan atap rumah kami bocor, merasa tidak nyaman maklum ekonomi kami dibawah, warga tidak mampu. Sekali lagi kami haturkan terima kasih banyak kepada anggota Kodim 0317/Tanjungbalai Karimun beserta jajarannya, semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mengemban tugas sehari-hari,” ungkapnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Komandan SSK TMMD ke-114 Letda Inf Kamdi menuturkan bahwa, pada pelaksanaan kegiatan sasaran Fisik berupa pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut terus dilakukan.
“Tampak di lapangan anggota satgas TMMD bersama warga pulau Parit bersama-sama bekerja dan bergotong royong sehingga tercipta Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat,” kata Kamdi.
Kamdi membeberkan, sasaran Fisik program TMMD ke-114 Kodim 0317/Tanjungbalai Karimun melaksanakan kegiatan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit.
“Dimana terdiri dari 6 unit rumah akan dilaksanakan rehab di Desa Selat Mendaun, serta 4 unit rumah di Desa Parit,” paparnya.
Hingga saat ini, kata Kamdi pelaksanaan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah mencapai pemasangan dinding, pondasi dan perbaikan pada bagian-bagian rumah yang rusak.
“Hingga pembongkaran rumah, agar layak untuk dihuni,” tandasnya.(Aman)




























