Satreskrim Polres Lingga Amankan Seorang Terduga Pelaku Pemerasan Kepala Desa

Polres Lingga amankan pelaku pemerasan
Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Rustam Efendi Silaban, saat konfrensi pers pelaku pemerasan seorang kepala desa, Rabu (7/9/2022)

HARRIS BARELANG

LINGGA – Seorang pria berinisial E diamankan oleh unit Reskrim Polres Lingga. E diamankan karena diduga melakukan tindak pidana pemerasan terhadap kepala Desa Marok Tua perihal penjualan lahan yang diartikan sebagai pungli.

Kapolres Lingga AKBP Fadli Agus, melalui Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Rustam Efendi Silaban mengatakan, penangkapan terhadap tersangka E berawal adanya laporan dari korban atas nama N sehubungan tersangka E telah melakukan Pemerasan dengan meiminta sejumlah uang terhadap dirinya.

“Berdasarkan laporan, terduga pelaku E berhasil ditangkap. Selanjutnya terhadap tersangka E dibawa ke Polres Lingga guna Proses lebih lanjut,” ujar AKP Rustam saat konfrensi pers di Mapolres Lingga, Rabu (7/9/2022).

Kronologis pemerasan bermula saat tersangka E mengirimkan sebuah rekaman Video klarifikasi penjualan lahan oleh masyarakat Desa Marok Tua dan memberikan sejumlah uang kepada korban N selaku Kades Marok Tua atas penjualan lahan tersebut di Kantor BPD Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat. Video tersebut berdurasi 14 menitan.

“Selanjutnya tersangka E berkomunikasi melalui chat ke korban dengan menuduh korban telah melakukan pungli dan memberitakannya di media. Karena merasa tertekan dan resah akibat perbuatan tersangka E, selanjutnya korban memberikan beberapa kali sejumlah Uang kepada tersangka E,” jelas AKP Rustam.

Dari hasil keterangan korban dan tersangka E kepada penyidik bahwa, tersangka E sebelumnya telah melakukan pemerasan terhadap korban sebanyak empat dengan jumlah berbeda-beda yakni bulai Mei 2022 sebanyak 3 kali yaitu sebesar Rp.1,6 juta, Rp.1 juta dan Rp.2.5 juta. Kemudian pada Juni 2022 sebesar Rp.7 juta.

“Usai menerima uang dari korban pada 31 Agustus 2022, tersangka E memberitakan perbuatan korban di salah satu media online. Akibat pemberitaan tersebut korban merasa resah dan tertekan karena menyangkut nama baiknya karena berita tersebut tidak benar,” ungkap AKP Rustam.

Korban sempat memberikan sejumlah uang kepada tersangka, dan berharap pemberitaan tidak dilanjutkan. namun tersangka belum merasa puas dan kembali mengancam korban. Merasa gerah, selanjutnya Korban melaporkan kepada Polisi

Sejumlah barang bukti dalam perkara ini disita satu lembar Amplop warna putih yang berisi Uang sebanyak Rp 3 juta dan Kartu Pers milik tersangka E.

“Akibat perbuatan tersangka E di jerat tindak pidana Pemerasan sebagaimana dimaksud Pasal 368 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun penjara.” tegasnya (*)

Laporan: Ravi/Rilis Humas Polres Lingga
Editor: Yusuf Riadi

FANINDO

Honda Capella