Advertisement
Home Berita Utama Bencana Hidrometeorologi, Ilham: Kerap Terjadi Akhir Tahun dan Jelang Tahun Baru

Bencana Hidrometeorologi, Ilham: Kerap Terjadi Akhir Tahun dan Jelang Tahun Baru

Bencana Hidrometeorologi, Ilham
Tren fenomena bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah Tanjunbalai Karimun, diantaranya angin puting beliung.(Foto : Ist)
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Bencana hidrometeorologi merupakan salah satu bencana yang sering terjadi melanda wilayah Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjungbalai Karimun, Ilham Syarief Putra, Jum’at (23/12/2022).

“Peringatan terkait bencana hidrometeorologi selalu update disampaikan oleh BMKG, terutama pada akhir tahun dan menjelang tahun baru,” sebut Ilham.

Tren fenomena bencana hidrometeorologi di Karimun sendiri kata Ilham memiliki kecenderungan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Mulai dari tanah longsor, yang terjadi oleh kemiringan perbukitan yang curam atau landai, seperti di tebing, pantai atau di dasar laut, yang dipicu oleh beberapa faktor,” paparnya.

Tidak hanya itu saja, tren fenomena bencana hidrometeorologi menurut Ilham juga terjadi saat curah hujan yang ekstrem.

“Curah hujan ekstrem sendiri dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif (cumulonimbus) yang masif dan mencapai atmosfer yang tinggi,” ungkapnya.

Selanjutnya kata Ilham bencana hidrometeorologi juga kerap terjadi saat banjir. Banjir merupakan luapan air yang meredam tanah.

“Sehingga mengakibatkan terjadinya limpahan air dari sungai, danau bahkan laut,” beber Ilham.

Masih kata Ilham, tren fenomena bencana hidrometeorologi yang sering melanda wilayah Tanjungbalai Karimun yakni angin kencang dan puting beliung.

“Angin kencang dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam dari wilayah dengan tekanan udara yang lebih tinggi ke wilayah dengan tekanan udara lebih rendah,” pungkasnya.

Untuk fenomena bencana hidrometeorologi puting beliung sendiri kata Ilham merupakan kumpulan angin yang berputar dengan kecepatan tinggi yang dapat berlangsung selama beberapa menit.

“Biasanya terjadi saat pergantian musim hujan ke musim kemarau (pancaroba),” tutur Ilham.

Kebakaran hutan dan lahan menurutnya juga masuk dalam kategori fenomena bencana hidrometeorologi.

“Karhutla merupakan terbakarnya pepohonan, semak belukar dan rumput di suatu wilayah, yang disebabkan faktor alam maupun faktor manusia,” ujarnya.

Dampak dari bencana hidrometeorologi sendiri kata Ilham dapat menyebabkan hilangnya nyawa, cedera atau dampak kesehatan lainnya.

“Kerugian material. Kerusakan harta benda, hilangnya mata pencaharian, gangguan sosial maupun ekonomi, hingga kerusakan pada lingkungan alam,” tandasnya.(Aman)

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026