NATUNA– Pembangunan proyek Embung Sebayar berlokasi di Desa Sungai Ulu, kini menuai persoalan baru. Pasalnya timbul satu persatu persoalan mencuat ke publik.
Para warga setempat pertanyaan lahan perkebunan mereka yang terendam disekitar embung sebayar kepada pemimpin wilayah kecamatan Bunguran Timur.
Air kiriman embung Sebayar kini mulai menggenangi kebun dan lahan warga diluar lahan yang telah dibebaskan oleh Pemda Natuna seluas 18,8 hektar.
Tergenangnya sejumlah lahan warga yang belum dibebaskan tentu menimbulkan persolan baru bagi kelangsungan embung Sebayar ke depan.
Dari informasi yang dihimpun media ini, jumlah lahan dan kebun warga yang terendam cukup luas mencapai belasan hektar. Selain itu, akibat genangan embung Sebayar jalan warga untuk ke kebun yang berada di atas bukit juga terputus.
Setidaknya, sudah ada empat orang pemilik lahan yang melapor ke Camat Bunguran Timur, karena lahan dan kebun mereka mulai tergenang air kiriman dari embung Sebayar.
BACA JUGA Pemda Natuna Lunasi Pembebasan Lahan Embung Sebayar
Camat Bunguran Timur Hamid Asnan, membenarkan, sejumlah lahan dan kebun warga diluar yang telah dibebaskan oleh Pemda Natuna mulai tergenang air kiriman embung Sebayar.
“Saya sudah menerima laporan dari empat orang warga pemilik lahan, mereka mengeluh kebun dan lahanya tergenang air kiriman embung Sebayar, lahan itu diluar yang telah dibebaskan oleh Pemda Natuna,” terang Hamid Asnan, Di ranai, Senin (09/01/23).
Menurut Hamid Asnan lahan warga yang tergenang cukup luas perkirakan belasan hektar. Disamping itu, warga juga mengeluh jalan menuju ke kebun di atas bukit terputus akibat genangan air kiriman embung Sebayar.
“Kalau kita cukup luas area genangan itu diluar lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemda seluas 18,8 hektar. Keluhan masyarakat sudah kita sampaikan ke Pemda melalui Dinas PUPR Natuna,” tambah Hamid Asnan.
Hamid Asnan menambahkan, Dirinya juga mendengar pihak Dinas Pekerjaan Umum Pemda Natuna bersama Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air telah mengecek informasi tersebut.
” Saya juga dapat kabar hari ini, senin pihak dinas teknis terkait sudah turun ke lapangan meninjau lahan genangan warga, sekitar embung sebayar,” papar Hamid Asnan.
Terpisah, Agus Supardi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Natuna menyebutkan, pemerintah daerah bersama BWSS akan mendata ulang areal warga yang terdampak air kiriman embung Sebayar.
“Ya benar hari ini Kita melakukan Pendataan awal dengan Drone, untuk mengetahui Titik Koordinat lokasi tersebut,” ungkap Agus Supardi, di ranai, (9/1/2023).
Agus mengatakan, Setelah di lakukan Penggenangan Sumber Air Baku Embung Sebayar, ada 4 KK yang punya Kebun di Hulu Aliran Sungai Sebayar, dimana kebun mereka berada di pinggir aliran Sungai Sebayar, Terkena luapan Sungai Sebayar, Khusus warga yang punya Kebun di Hulu Sungai Sebayar.
“Bupati sudah minta untuk cek ulang, dan Kami sudah melakukan Pengecekan ke Lokasi, dan Mertemu dengan warga yang tinggal di Lokasi dan warga sedang berada di kebun tersebut,” kata Agus supardi.
Agus supardi mengatakan, Setelah ketinggian embung berada pada ketinggian puncak, Pemerintah akan melakukan pendataan pendahuluan, sebelum pendataan bersama antara BWSS dengan Pemerintah kabupaten Natuna.
“Kita sudah memberikan pengertian dan penjelasan kepada warga dimaksud dan pada saat itu mereka sudah maklum,” sebut Agus.
Embung Sebayar memiliki kapasitas tampung 410.000 m3 dengan luas genangan 18,5 ha dengan fungsi utama menyediakan air baku sebesar 0,068 m3/detik, info terkini dalam pengerjaan tanggul lokasi satu dinding tangul baru selesai dikerjakan sempat jebol di hantam debit air yang mengalir deras di kaki gunung pasca hujan lebat berapa pekan lalu.
Pasca insiden itu, pihak rekanan segera memperbaiki ulang dinding tanggul yang jebol tesebut. Proyek bangunan Fisik Embung Sebayar Dikerjakan oleh perusahaan PT. Menara Gading serta konsultan supervisi PT Budhi Karya Konsultan awal tahun 2022 lalu.(Rk)






























