
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Perkembangan dunia digital yang semakin pesat mengakibatkan terjadinya pergeseran pola komunikasi.
Untuk itu seluruh jajaran instansi dituntut untuk mampu berubah dan beradaptasi dengan mentrasformasikan diri.
Tidak terkecuali Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Raja Haji Abdullah, Tanjungbalai Karimun Kepulauan Riau, melaksanakan diseminasi informasi cuaca, dengan melaksanakan pelatihan komunikasi publikasi dan media sosial.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh staf kantor BMKG RHA Tanjungbalai Karimun tersebut mengangkat tema “Informasi Cuaca Yang Mudah Dipahami Oleh Masyarakat”, dengan mengundang pemateri dari WARTAKEPRI.co.id dan juga GardanNews.com.
“Pemanfaatan media sosial untuk diseminasi informasi cuaca guna memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para nelayan,” terang Kepala Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah Tanjungbalai Karimun, Ilham Syarief Putra, Senin (13/2/2023).
Karena menurutnya, seiring dengan perkembangan teknologi informasi menjadi micro, diantaranya seperti facebook, instagram, twitter, hingga chanel youtube.
“Sejalan dengan perubahan gaya komunikasi tersebut, staf BMKG dituntut untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas dalam menghasilkan konten komunikasi publik yang menarik, lebih padat, berisi, inovatif dan kreatif,” paparnya.
Masih kata Ilham, tentunya dengan mengedepankan pemanfaatan media sosial dalam mengakselerasi diseminasinya kepada publik.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, salah satu peserta bernama Lia mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala BMKG Raja Haji Abdullah Tanjungbalai Karimun, karena telah memberikan pengalaman.
“Banyak ilmu dan pengalaman selama berlangsungnya acara. Jadi lebih dapat memahami dan mengerti tentang komunikasi publikasi dan media sosial,” kata Lia.
Karena menurutnya, saat ini media sosial menjadi bagian yang sangat penting untuk mentransfer informasi. Media sosial ini akan menjadi ujung tombak reputasi institusi (BMKG) ketika mempromosikan lembaga ini.
“Kegiatan ini menjadi bagian yang sangat penting, untuk bersama-sama memperbaiki kinerja kita, dan meningkatkan reputasi institusi ini melalui media sosial,” paparnya.
Pemateri Suhaemi Bagan menyebut, teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang pesat.
“Sehingga masyarakat juga mampu membedakan antara media konvensional (conventional media) dan sosial media (sosmed),” ujar pria yang akrab disapa Ami ini.
Ami menambahkan, perkembangan dunia teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat cepat.
“Media konvensional sendiri merupakan media komunikasi guna mengirimkan atau menerima pesan dan informasi kepada masyarakat luas. Oleh sebab itu, media konvensional sering juga disebut sebagai media massa,” pungkasnya.
Untuk itu kata Ami, kredibilitas media sebagai pencipta realitas kian tergerus oleh banjir informasi yang diantarkan oleh media sosial (medsos).
“Dibandingkan medsos, media konvensional memang harus mengaku kalah dalam urusan kecepatan, viralitas dan kemampuan berinteraksi dengan pembacanya,” ungkap Ami.
Makin tercemarnya medsos, kata Ami seharusnya menjadi momentum media konvensional mengklaim kembali posisinya sebagai sumber informasi yang lebih bisa dipercaya.
“Bicara mengenai kecepatan, memang masih tak mungkin media konvensional mengalahkan medsos. Namun, kesempatan berharga saat ini bisa diisi dengan menghadirkan media yang menjunjung tinggi konsep bebas dari hoaks (hoax free), kredibel, dan berwarna karena sarat akan data,” paparnya.
Untuk dapat menghadirkan berita yang dapat dipercaya, menurutnya diperlukan waktu lebih lama, akan tetapi tetap lebih baik karena dilakukan demi memberi manfaat bagi masyarakat.
“Perkembangan teknologi terkini juga memungkinkan media konvensional memanfaatkan analisis medsos untuk melakukan pengolahan data,” tandasnya.(Aman)




























