WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menemui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Suharyanto di Kantor BNPB RI di Jakarta, Rabu (1/3/2023).
Gubernur Ansar membawa usulan infrastruktur jalan dan jembatan pasca banjir rob yang menerjang Natuna dan Bintan beberapa waktu yang lalu.
Natuna, usulan yang dibawa tentang rehabilitasi atau perbaikan Jembatan Semala yang rusak parah akibat bencana banjir di akhir tahun 2022 lalu.
Gubernur Ansar mengaku sudah melihat langsung keadaan jembatan sepanjang 20 meter yang roboh tersebut. Menurutnya perbaikan jembatan tersebut sangat urgen sebab merupakan akses vital masyarakat.
“Jembatan ini merupakan jalur yang menghubungkan antara dua wilayah. Akses orang, kendaraan, barang dan sebagainya sangat bergantung dengan jembatan ini. Ketika jembatan ini putus otomatis aktivitas mengalami kendala,” kata Ansar.
Jembatan Semala sendiri menghubungkan antara Desa Kelarik di Kecamatan Bunguran Utara dengan wilayah Kecamatan Bunguran Batubi di Kabupaten Natuna.
Total biaya yang dibutuhkan untuk membangun kembali jembatan ini sekitar Rp10 miliar.
Sementara itu, Gubernur Ansar yang didampingi Bupati Bintan, Roby Kurniawan juga membawa usulan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan dan jembatan. Khususnya rangka percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir.
Usulan tersebut terdiri dari pengendalian banjir Pada badan jalan (raise up) di 4 titik, alignment vertikal, pembangunan akses di beberapa titik, pelebaran jalan.
Lalu pemenuhan standar keselamatan berkendara dengan pelebaran pada titik-titik rawan kecelakaan, rehabilitasi dan rekonstruksi box culvert, Rehabiltasi dan rekonstruksi 3 jembatan, penguatan struktur jembatan, dan rehabilitasi beberapa ruas jalan.
Semua usulan tersebut bersumber dari dana APBN dengan estimasi biaya Rp575 miliar. Menurut gubernur, ruas jalan dan jembatan tersebut merupakan ruas jalan poros penghubung antar kecamatan sebagai akses utama menuju kawasan strategis nasional, kawasan pusat perekonomian masyarakat, mendukung klKawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta mendukung pengembangan di Bintan.
Gubernur sengaja menemui langsung Kepala BNPB agar permasalahan konektivitas ini segera selesai dan tidak berlarut-larut.
“Mudah-mudahan usulan kami ini dapat diterima, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat Kepri di daerah perbatasan, yang perekonomiannya sangat tergantung dengan konektivitas jalan dan jembatan,” ucap Gubernur Ansar.
Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto mengaku akan menindaklanjuti usulan tersebut. “Segera (usulan) kami masukkan dalam dana tanggap darurat BNPB Kepri,” kata Suharyanto. (*)
Editor : Redaksi





























