
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Seniman lukis dan mural, Desri Kurnia Rezki (35), asal Kundur, Tanjungbatu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, masih mengalami masa kritis (koma), di ruang inap kamar nomor 7 RSUD Tanjungbatu.
Mengalami masa kritis usai kecelakaan lalu lintas, pada Rabu (11/10/2023), pagi di Jalan Kyai Haji Akhmad Dahlan, Tanjungbatu.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungbatu, Suharyanto mengatakan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan tindakan medis.
“Luka serius yang dialami korban, yakni pada bagian kepala, leher dan tangan kanan, sehingga diharuskan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batam,” ungkap Suharyanto saat dikonfirmasi.
Akan tetapi, kata Suharyanto pihak keluarga korban menolak untuk dirujuk menuju Rumah Sakit Awal Bros Batam.
“Pihak keluarga korban pun menolak untuk dirujukan ke Rumah Sakit Awal Bros Batam,” ungkap Suharyanto.
Tidak hanya itu saja, masih kata Suharyanto banyak pertimbangan-pertimbangan lainnya, mengingat kondisi korban sudah sangat kritis.
“Dimana Glasgow Coma Scale (GCS) korban sendiri berada pada level 3, sedangkan perubahan ritme detak jantung (denyut jantung) berada pada posisi 147 detak per menit,” beber Suharyanto.
Dalam GCS sendiri, Suharyanto menambahkan kemampuan pasien akan diberi nilai dari 3 sampai 15, dan jika saja korban lakalantas ini GCSnya minimal berada pada tingkat 7, maka masih dapat dilakukan rujukan.
Respon pasien korban lakalantas ini benar-benar sangat kritis, mencakup 3 reaksi pembukaan mata (eye), pembicaraan (verbal) dan gerakan (motorik) GCSnya benar-benar sangat rendah.
“Sudah dilakukan tindakan medis, menunggu siuman dan stabil terlebih dahulu. Tingkat kesadaran pasien sudah diukur dengan cara menilai respon pasien terhadap rangsang yang diberikan, semoga saja dapat terselamatkan,” paparnya.(Aman)




























