Profil Mantan Gubernur Lukas Enembe Meninggal Dunia, Berpolitik Sejak 2005

Gubernur Papua Lukas Enembe
Gubernur Papua Lukas Enembe

BATAM – Mantan gubernur Papua Lukas Enembe meninggal pada hari ini, Selasa, 26 Desember 2023. Informasi ini dibenarkan oleh Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat atau RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal TNI Albertus Budi Sulistya melalui pesan singkat yang diterima Tempo.

“Benar (Lukas Enembe meninggal dunia). Pukul 10.45 WIB,” kata Albertus saat dihubungi Tempo melalui aplikasi perpesanan, Selasa, 26 Desember 2023.

Lukas Enembe adalah terpidana korupsi atas dugaan penerimaan suap senilai Rp 1 miliar dan gratifikasi lain yang mencapai Rp 10 miliar. Suap dan gratifikasi yang diterima Lukas diduga diberikan oleh Rijantono Lakka yang kini berstatus tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adapun suap itu diberikan Rijantono agar perusahaannya, PT Tabi Bangun Papua, memenangkan tender jangka panjang bernilai Rp 41 miliar.

KPU KEPRI

Selama menjalani persidangan atas kasus yang menimpanya, Lukas memang kerap keluar-masuk rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang menurun. Sebelumnya, Lukas juga pernah dibawa ke RSPAD Gatot Subroto pada Ahad, 16 Juli 2023 untuk menjalani perawatan rawat inap.

Kuasa hukum Lukas Enembe, Antonius Eko Nugroho mengatakan bahwa jenazah kliennya akan diterbangkan ke Papua, besok, Rabu, 27 Desember 2023. “Menurut keterangan adik Bapak Lukas, Bapak Elius Enembe, mendiang akan dibawa ke Jayapura, pada Rabu malam,” ucap Antonius dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Desember 2023.

Profil Lukas Enembe

Lukas Enembe adalah politikus dari Partai Demokrat yang pernah menjabat sebagai Gubernur Papua selama dua periode, yakni pada 2013-2018 dan 2018-2023. Dilansir dari laman Papua.go.id, Lukas adalah kelahiran Mamit, Papua, pada 27 Juli 1967.

Dikutip dari situs p2k.stekom.ac.id, Lukas pada awalnya lahir dengan nama Lomato Enembe. Anak dari pasangan Tagolenggawak Enembe dan Deyaknobukwe Enumbi ini mendapatkan nama Lukas saat duduk di sekolah dasar yang merupakan panggilan dari teman-teman dan gurunya.

Dia memulai pendidikannya saat belajar di Sekolah Dasar PPGI Mamit dan lulus pada 1980. Lukas kemudian melanjutkan sekolahnya di SMPN 1 Sentani, Jayapura, hingga 1983. Setelah itu, dia pun bersekolah di SMAN 3 Sentani dan lulus pada 1986.

Lukas melanjutkan studinya dengan berkuliah di Universitas Sam Ratulangi Manado. Dia mendapat gelar sarjana di bidang Ilmu Sosial dan Politik pada 1995. Enam tahun berselang, dia berhasil menamatkan pendidikan magisternya di Cornerstone College Australia dengan minat studi The Christian Leadership & Second Linguistic.

Selama di perguruan tinggi, Lukas kerap aktif di beberapa organisasi kepemudaan di Sulawesi Utara. Di antaranya dia pernah menjabat sebagai ketua mahasiswa Jayawijaya Sulawesi Utara, pengurus sema Fisip Unsrat Manado, ketua IMIRJA Sulawesi Utara, hingga terlibat dalam pergerakan kelompok Tani Pegunungan Tengah pada 1995-1996.

Di kehidupan pribadinya, Lukas menikah dengan Yulce Wenda dan dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Gamael Eldorado Enembe, Astract Bona Timoramo Enembe, Dario Alvin Neles Isack Enembe, dan Dina Jecklin Enembe.

BACA JUGA KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah di Batam, Dugaan Korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe

Ayah empat anak ini memulai kariernya di lembaga pemerintahan sebagai pegawai negeri sipil di Kantor Sospol Kabupaten Merauke pada 1997. Saat itu, Lukas yang kembali ke Papua setelah menyelesaikan pendidikannya, gagal menjadi dosen di Universitas Cendrawasih dan memilih untuk terjun ke bidang pemerintahan.

Karier politik Lukas baru dimulai saat dirinya terpilih sebagai Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Puncak Jaya pada 2005. Dua tahun menjadi wabup, dia kemudian diangkat menjadi Bupati Kabupaten Puncak Jaya pada 2007-2012.

Karier politik Lukas kian melejit ketika maju sebagai calon Gubernur Papua. Didampingi Klemen Tinal sebagai Wakil Gubernur, Lukas terpilih menjadi Gubernur Papua Periode 2013-2018.

Di periode berikutnya (2018-2023), Lukas dan Klemen kembali terpilih memimpin Provinsi Papua selama lima tahun. Salah satu jasa besar Lukas untuk Papua adalah menjadikan Provinsi Papua sebagai tuan rumah ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-10. (tempo/Papua.go.id)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO