KPK Kantongi Nama Pembantu Gubernur Papua Lukas Enembe Terkait Kasino di Singapura

Gubernur Papua Lukas Enembe
Gubernur Papua Lukas Enembe

HARRIS BARELANG

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut telah mengantongi informasi nama orang yang diduga membantu Gubernur Papua, Lukas Enembe menyamarkan hasil korupsinya melalui permainan judi kasino di Singapura. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto mengaku akan memeriksa nama tersebut demi mendalami dugaannya.

“Kemarin juga salah satu terkait mungkin yang masih diduga sebagai penghubung di Singapura itu sudah ada nama, ya nanti upayakan untuk pemeriksaan atau pemanggilan,” ucap Karyoto, Rabu (21/9/2022).

Menurutnya, cara pencucian uang yang dilakukan Lukas Enembe cukup unik. “Karena selama ini mungkin nyata-nyata terdeteksi ini yang disampaikan oleh PPATK yang di kasino ini, salah satu cara yang cukup unik, tidak biasa,” ungkap Karyoto.

Lebih lanjut, dia menyebut, KPK akan berkoordinasi dengan otoritas Singapura untuk memeriksa nama tersebut. Sebab, KPK membutuhkan keterangan dari orang tersebut.

“Kalau dia warga negara Singapura, ya mesti akan ada proses-proses kerja sama antar negara untuk bisa menghadirkan yang bersangkutan sebagai saksi berkaitan dengan apakah orang ini terlibat aktif atau pasif dalam hal membantu tersangka menyembunyikan atau menyamarkan hasil kejahatan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Menkopol Hukam, Mahfud MD menyebut bahwa Lukas memiliki manajer khusus yang ditugaskan untuk melakukan pencucian uang.

“Misalnya ratusan miliar dana operasional pimpinan dan pengelolaan PON (Pekan Olahraga Nasional), kemudian juga adanya manajer pencucian uang yang dilakukan atau dimiliki oleh Lukas Enembe,” ucapnya saat jumpa pers di kantornya, Senin (19/9/2022).

Namun, Dia tak menjelaskan rinci soal manajer pencucian uang tersebut. Dia mengatakan, saat ini ada beberapa rekening yang diblokir atas nama Lukas Enembe.

Profil Singkat

Lukas Enembe, S.I.P., M.H. (lahir 27 Juli 1967) adalah Gubernur Papua saat ini yang mulai menjabat sejak 2013. Sebelumnya ia menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya.

Pendidikan

– Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Universitas Sam Ratulangi Kampus Gorontalo (tidak selesai)
– Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado (1990-1995)
– The Christian Leadership & Second Linguistic di Cornerstone College, Australia (1998-2001)
– Pasca Sarjana di Program Magister Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin Makassar (2009-2011)

Organisasi

– Penasehat beberapa Parpol di Pegunungan Tengah: Tahun 2001–2006
– Ketua Dewan Pembina DPW PDS: Tahun 2003–2006
– Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Papua: Tahun 2006–sekarang
– Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua: Tahun 2010–2013

Jabatan

– Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya: Tahun 2001–2006
– Bupati Kabupaten Puncak Jaya: Tahun 2007–2012
– Gubernur Provinsi Papua: Tahun 2013–2018
– Gubernur Provinsi Papua: Tahun 2018–2023. (*)

Sumber : tvone/ Wikipedia

FANINDO

Honda Capella