
WARTAKEPR.co.id, KARIMUN – Kecanggihan teknologi yang dimiliki oleh KRI Lepu-861 patut diacungi jempol.
KRI Lepu-861 yang dikerahkan untuk mengevakuasi para korban KLM Alinza III di perairan Lingga, Kepulauan Riau juga patut diapresiasi.
KRI Lepu-861 yang diproyeksikan untuk memperkuat Satuan Patroli (Satrol) Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) tersebut, mampu mendeteksi keberadaan KLM Alinza III.
KLM Alinza III sendiri sebelum dihantam gelombang besar di perairan Lingga tersebut, berangkat dari Kijang menuju Batam dan akhirnya tenggelam pada posisi 0006.872 S – 10348.242 T.
Beruntung nahkoda beserta 5 orang Anak Buah Kapal (ABK) selamat setelah terombang-ambing selama 6 jam di laut.
Dan selanjutnya dibawa oleh KRI yang merupakan alat utama sistem pertahanan (alutsista), hasil karya anak bangsa yang diproduksi oleh PT Karimun Anugerah Sejati Batam, menuju Mako Lanal Tanjungbalai Karimun.
Komandan KRI Lepu-861, Mayor Laut (P) Zul Supri Nazara, yang memimpin langsung evakuasi tenggelamnya KLM Alinza III yang berjarak 45 Nm menuturkan, pihaknya langsung bergerak cepat memastikan keberadaan nahkoda beserta 5 orang ABK.
“Pukul 23.30 WIB, KRI Lepu-861 langsung bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan pencarian dan pertolongan,” ucap Nazara, Sabtu (13/1/2024).
Dengan kondisi cuaca angin cepat 20 knot dan gelombang laut yang tinggi, pihaknya terus berupaya mencari keberadaan KLM Alinza III GRT 99 yang tenggelam saat dihantam ombak besar tersebut.
“Melalui sistem canggih radar yang dimiliki KRI Lepu-861, kapal cepat PC 40
berteknologi terbaru yang dilengkapi persenjataan modern tersebut akhirnya mampu mendeteksi keberadaan para korban,” sebut Nazara.
Selanjutnya masih kata Nazara, tepat pukul 02.00 WIB dini hari, satu persatu para korban tenggelamnya KLM Alinza III dapat diselamatkan.
“Alhamdulillah nahkoda beserta 5 orang ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Setibanya di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Nazara menambahkan, nahkoda beserta seluruh ABK KLM Alinza III tersebut langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Seluruh ABK dan nahkoda selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim balai kesehatan Mako Lanal Tbk,” pungkasnya.
Pihaknya pun akan terus berkomitmen dan konsisten, bersama prajurit Angkatan Laut untuk berperan aktif secara profesional, bergerak cepat dalam mendukung kegiatan serta membantu pada saat terjadi musibah atau kecelakaan di laut.
“Sebagai salah satu tugas dan fungsi TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sehingga keberadaan prajurit akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” ungkap perwira yang menoreh prestasi gemilang, dengan meraih 2 medali perak kategori menembak beregu eksekutif dan menembak beregu reaksi pada Pekan Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan Tahun 2023 yang dilaksanakan Sekolah Staf dan Komando TNI AU (Seskoau) tersebut.
KRI Lepu-861 sendiri merupakan kapal canggih yang dilengkapi dengan meriam kaliber berukuran 30 mm otomelara (FFBNW), pada haluan dan 2 pucuk Senapan Mesin Berat (SMB) kaliber 12,7 mm pada buritan.
Tidak hanya itu saja, KRI Lepu-861 merupakan kategori kapal klasifikasi standard dan regulasi pembangunan kapal internasional (Bureau Veritas).
Masuk dalam kelas kapal patroli cepat atau PC-40, KRI Lepu-861 memiliki panjang 45,5 meter dan lebar 7,9 meter dengan kecepatan maksimal 24 knot serta kecepatan jelajah hingga mencapai 15 knot.
Dengan kapasitas bahan bakar dalam sekali melakukan pelayaran mampu menenggak 70.000 liter dan memiliki endurance (ketahanan) berlayar selama 6 hari.
Sementara itu, untuk spesifikasi dapur pacunya didukung dengan 2 buah mesin diesel MTU, masing-masing berkekuatan 2480 HP, dalam kondisi full load.
Sehingga kapal canggih tersebut dirancang khusus untuk bergerak cepat dan mudah melakukan manuver.(Aman)






















