
BATAM – Dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024, PWI Kepri bersama Pecinta Mangrove Jepang bakal menanam ribuan bakau di Bintan. Aksi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PWI Kepri pada lingkungan.
Penanaman ribuan bakau itu direncanakan di Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan pada Selasa (6/2/2024). Tujuannya, untuk mempertahankan keseimbangan lingkungan dan mengatasi abrasi pantai akibat aktivitas penebangan liar.
BACA JUGA: Muhammad Rudi Resmikan Rebuild Centre Perusahaan Jasa Pertambangan Terbesar di Dunia
Ketua PWI Kepri, Andi, menyatakan bahwa kegiatan penanaman bakau ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2024 yang diperingati setiap tanggal 9 Februari.
Selain penanaman bakau, acara yang dikemas dalam Road to HPN 2024 juga melibatkan kegiatan pemberian bantuan tali asih kepada panti asuhan, panti jompo, dan lainnya.
“Pilihan penanaman bakau ini diambil dalam rapat pengurus PWI Kepri bersama panitia penyelenggara road to HPN 2024. Mangrove memiliki peran penting sebagai penyerap gas karbon dioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2) untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya,” ujar Andi.
BACA JUGA: Harga Emas Batangan di PT Pegadaian Galeri 24 Batam Naik Tajam Hari Ini
Ady Indra Pawennari, koordinator Pecinta Mangrove Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan bahwa kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari anggota dan pengurus PWI Kepri, serta masyarakat setempat.
“Kegiatan penanaman bakau bersama teman-teman Pecinta Mangrove dari Jepang di Pulau Bintan ini sudah berlangsung sejak tahun 2010 lalu. Tahun ini lebih ramai karena PWI Kepri turut serta, dengan jumlah peserta dari Jepang sekitar 10 orang,” jelas Ady yang juga bendahara PWI Kepri.
Ditambahkannya, jumlah bibit bakau yang disiapkan untuk penanaman bersama PWI Kepri dan Pecinta Mangrove Jepang mencapai sekitar 20.000 batang. Luas areal penanaman mencapai empat hektar atau 40.000 meter persegi.
Inisiatif ini merupakan langkah nyata PWI Kepri dalam menjaga kelestarian mangrove sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap alam dan kehidupan. (*/den)
Editor: Denni Risman




























