BATAM – Menurut data BPS, Kota Batam mencatatkan deflasi sebesar -0,30 persen pada Februari 2023. Pemerintah Kota (Pemko) Batam bertekad untuk terus mengendalikan pergerakan inflasi di daerah ini.
Menurut BPS, deflasi Februari 2023 di Kota Batam tercatat -0,30 persen. Sedangkan angka tahun kalender sebesar 0,28 persen, dan tahun ke tahun sebesar 2,77 persen.
Di sisi lain, inflasi Provinsi Kepulauan Riau saat ini mencapai -0,22 persen, dengan inflasi nasional sebesar 0,37 persen.
BACA JUGA: Wacana Hak Angket: Kubu Ganjar-Mahfud vs. Anies-Muhaimin vs. Prabowo-Gibran
Pendorong utama deflasi pada Februari 2024 adalah komoditas seperti cabai merah, daging ayam ras, dan udang basah. Di sisi lain, bayam, kangkung, dan sawi hijau menjadi faktor penhambat terbesar deflasi.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menegaskan komitmen untuk mengendalikan inflasi dan deflasi di daerahnya.
BACA JUGA: Kontroversi Izin Tambang: Dugaan Tebang Pilih Menteri Investasi Bahlil Lahadalia
Langkah-langkah telah diambil, termasuk program bersama tim pengendalian inflasi untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
BACA JUGA: Harga Emas Galeri 24 Naik Tajam Rp 21.000: Cek Harga Distro Galeri 24 Batam
“Inflasi dan deflasi harus dikendalikan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rudi, menekankan pentingnya langkah-langkah ini. (*)
Sumber: diskominfo batam
Editor: Denni Risman





























