LAS VEGAS – Joseph Lawrence, seorang pria muda yang berasal dari Las Vegas, menghimbau masyarakat untuk berhenti menggunakan vape. Himbauan itu dilakukan setelah pengalaman pahitnya dengan paru-paru yang hampir kolaps akibat merokok vape secara rutin.
Lawrence, yang berusia 25 tahun, menceritakan bagaimana dia dilarikan ke unit gawat darurat karena kesulitan bernapas. Kondisi tersebut disebabkan oleh tekanan yang menyebabkan paru-paru tidak dapat mengembang secara normal akibat dampak merokok vape setiap hari.
BACA JUGA: Kemenhub Pantau Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran: KPPU Panggil 7 Maskapai
Melalui media sosial, Lawrence berbagi ceritanya dengan harapan dapat membuka mata orang lain tentang risiko yang terkait dengan vaping.

Meskipun beberapa warganet meragukan pengalamannya, Lawrence menegaskan bahwa dia tidak berbohong. Dia mempersilakan orang lain untuk mengambil keputusan mereka sendiri terkait konsumsi vape.
“Jika Anda ngevape, mohon pertimbangkan untuk berhenti. Itu tidak sepadan,” tulis Lawrence dalam unggahannya.
BACA JUGA: KPU Sahkan Hasil Pilpres di 33 Provinsi, Prabowo-Gibran Unggul di 31 Provinsi: Ini Detailnya
Dilansir republika, Senin (18/3/2024), kenaikan popularitas vape, terutama di kalangan anak-anak, telah menjadi perhatian serius para ahli kesehatan.
Data menunjukkan bahwa jutaan orang, termasuk remaja di bawah 25 tahun, menggunakan vape secara rutin.
BACA JUGA: 14 Hari Operasi Keselamatan Seligi 2024, Safety Belt Pelanggaran Terbanyak
Meskipun dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat dari rokok tradisional, dampak jangka panjangnya masih menjadi perdebatan.
BACA JUGA: Pria Wafat Saat Ibadah Witir di Masjid Al-Hussein Tanjungpinang Timur
Joseph Lawrence adalah contoh nyata dari orang yang merasakan dampak buruknya, dan panggilannya untuk menghentikan vape dapat menjadi peringatan penting bagi banyak orang. (*)

























