BATAM – Operasional penyelenggaraan ibadah haji telah memasuki hari ke-15 dengan pemberangkatan jemaah gelombang I yang telah selesai sejak 24 Mei 2024.
Menurut Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sebanyak 88.987 jemaah haji reguler dari Indonesia telah tiba di kota kelahiran Nabi Muhammad, Madinah.
Namun, dari 229 kelompok terbang yang tiba, 14 jemaah telah wafat di Kota Nabi.
Juru Bicara Kementerian Agama, Anna Hasbie, menyatakan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 merupakan proses mobilisasi sipil terbesar yang pernah ada, menekankan tingginya kompleksitas tantangan dalam menangani profil jemaah haji Indonesia, baik dari segi pendidikan, profesi, kesehatan, maupun pengalaman berpergian.
Dari data jemaah haji Indonesia tahun 2024, mayoritas jemaah (98,52%) belum pernah menjalankan ibadah haji sebelumnya.
Dari sisi pendidikan, mayoritas jemaah haji gelombang I memiliki latar belakang pendidikan rendah, dengan jumlah terbanyak adalah yang berpendidikan SD, diikuti oleh SMA, S1, dan SMP.
Sementara itu, dari sisi kesehatan, sebanyak 77% jemaah termasuk dalam kategori risiko tinggi/risti, dengan rentang usia 60-70 tahun menjadi yang paling banyak (23.856 jemaah).
Menariknya, terdapat 59 jemaah disabilitas, dimana 51 di antaranya masuk dalam kategori risiko tinggi.
Mayoritas jemaah lansia (usia 65 tahun ke atas) berada pada rentang usia 65-70 tahun, dengan empat di antaranya bahkan berusia di atas 100 tahun. Salah satu jemaah tertua adalah Mbah Harjo Mislan dengan usia 109 tahun.
Profil jemaah haji yang mencerminkan tingginya kompleksitas dan tantangan ini menjadi fokus bagi petugas dalam memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji selama pelaksanaan ibadah haji. (*)
Sumber: dream.id






























