Home Natuna Dendang Piwang, Wan Siswandi: Merajut Kembali Benang Budaya Melayu Natuna

Dendang Piwang, Wan Siswandi: Merajut Kembali Benang Budaya Melayu Natuna

Sentuhan Videotron Dendang Piwang Natuna semakin berwarna
Sentuhan Videotron Dendang Piwang Natuna semakin berwarna
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

NATUNA – Dalam balutan semangat pelestarian budaya, Bupati Wan Siswandi dan Wakil Bupati Rodhial Huda hadir langsung di Gelaran Budaya Dendang Piwang Bertandang Kota Bermarwah Sedanau Kecamatan Bunguran Barat.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga merupakan langkah konkrit dalam mewujudkan visi Natuna sebagai kabupaten maritim yang kaya akan nilai-nilai budaya.

Dibuka dengan sambutan hangat masyarakat Sedanau yang membludak, acara tersebut langsung menyajikan sajian visual memukau.

Melalui layar videotron jumbo milik Diskominfo Natuna, masyarakat diajak menyaksikan perjalanan pembangunan Ibu Kota Kecamatan Bunguran Barat, Sedanau, dalam sebuah video akselerasi yang memukau. Tayangan ini menjadi pembuka yang sempurna, menyulut semangat kebersamaan dan optimisme akan masa depan Sedanau.

Beragam pertunjukan menarik seperti tarian tradisional, musik Melayu, dan teater. Gelaran budaya ini tidak hanya bertujuan melestarikan warisan leluhur.

Seni dan budaya melayu
Seni dan budaya melayu

Dalam sambutannya, Bupati Natuna, Wan Siswandi, menghubungkan erat antara pelestarian budaya dengan pembangunan daerah.

Beliau menyampaikan bahwa gelaran Dendang Piwang bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan upaya untuk memperkuat identitas dan jati diri masyarakat Natuna.

“Dengan melestarikan budaya, kita turut membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati, di Sedanau, Sabtu (22/06/2024) malam.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap masyarakat Sedanau, pemerintah daerah juga akan segera menyerahkan ambulans dan memperbaiki infrastruktur jalan.

Pada gelaran dendang piwang kali ini diisi oleh siswa siswi berbakat dari sejumlah sanggar dan sekolah serta sejumlah orang tua yang ada di Kecamatan Bunguran Barat. Adapun beberapa karya seni yang ditampilkan mulai dari tarian persembahan makan sirih, gurindam 12, kesenian zapin, hadrah dan zike maulod, hadroh, teater mendu, nyanyian serta tarian melayu.

Akhir dari gelar budaya ini ditutup dengan joged lambak yang merupakan kesenian joget yang diiringi dengan musik melayu.

Bupati Natuna, Wan Siswandi didampingi Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda menghadiri acara Gelaran Budaya Dendang Piwang
Bupati Natuna, Wan Siswandi didampingi Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda menghadiri acara Gelaran Budaya Dendang Piwang

Dalam sambutannya, Camat Bunguran Barat, Khaidir, menyampaikan bahwa Gelar Budaya Dendang Piwang memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Sedanau. “Acara ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan melestarikan budaya Melayu,” tegas Khaidir.

 

Beliau juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah Natuna yang telah mendukung penuh terselenggaranya acara ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Hendra Kusuma, memberikan penjabaran mendalam mengenai makna di balik nama “Dendang Piwang”. “Dendang Piwang lebih dari sekadar sebuah nama acara. Ini adalah ungkapan kerinduan kita akan keindahan dan kekayaan budaya Melayu. Melalui acara ini, kita tidak hanya ingin menghibur masyarakat, tetapi juga ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya kita sejak dini, agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Hendra penuh makna.

Kegiatan juga disejalankan dengan penyerahan bantuan berupa alat musik qasidah untuk Lasqi Kecamatan Bunguran Barat dan Peralatan vacum sealer yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Natuna.

(Rky)

 

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026