PASAMAN – Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian di Pasaman menjadi momen penting bagi para penyuluh, peneliti, dan aparat untuk meningkatkan pelayanan kepada petani dalam mengembangkan usaha taninya.
Pertemuan ini juga bertujuan untuk menciptakan sinkronisasi antara Penyuluh Pertanian dan Instansi Pertanian sebagai salah satu upaya membangun persamaan pandangan dan strategi.
Kegiatan temu teknis penyuluh pertanian ini digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pasaman pada 18 Juli 2024, bertempat di aula pertemuan lantai III Kantor Bupati Pasaman. Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pasaman, Sabar AS.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Dinas Pertanian Prasetiyo, Sekretaris Dinas Pertanian, Kepala Bagian Perekonomian, Kepala Bidang Penyuluhan, serta jajaran penyuluh pertanian yang terdiri dari 88 orang, meliputi 51 penyuluh PNS, 13 penyuluh PPPK, dan 24 penyuluh kontrak.
Dalam laporannya, Kadis Pertanian Prasetiyo menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kunci perubahan dan peningkatan kinerja penyuluh di lapangan.
Ia menyebutkan perlunya Bimbingan Teknis (Bimtek) atau pelatihan bagi penyuluh untuk menciptakan tenaga penyuluh yang handal.
“Upaya peningkatan SDM juga dilakukan melalui fasilitasi penyuluh yang berkualifikasi pendidikan SLTA untuk melanjutkan studi ke universitas yang telah menjalin kerjasama dengan Pemda Pasaman melalui program beasiswa,” ungkap Prasetiyo.
Dinas Pertanian Pasaman juga menekankan pentingnya dukungan terhadap penyuluh pertanian mengingat beban kerja yang semakin berat. Fasilitasi dan pelatihan yang memadai diharapkan dapat membantu penyuluh dalam menjalankan tugasnya dengan lebih efektif.
Dalam arahannya, Bupati Pasaman Sabar AS menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar PDRB di Kabupaten Pasaman. Oleh karena itu, sektor ini harus menjadi perhatian utama pemerintah, dan peran penyuluh sangat penting dalam membina petani.
“Penyuluh sebagai garda terdepan harus mampu memberikan pelayanan prima bagi petani di wilayah kerjanya agar capaian swasembada pangan di Pasaman tetap terjaga, bahkan bisa ditingkatkan,” ujar Sabar AS.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara penyuluh dan instansi pertanian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian di Pasaman. (taufik)





























