Home Komunitas Ketua Komunitas Pelari Natuna Angkat Bicara Tentang Pergaulan Remaja dan Keamanan Ruang...

Ketua Komunitas Pelari Natuna Angkat Bicara Tentang Pergaulan Remaja dan Keamanan Ruang Publik

Muhammad Erimuddin
Muhammad Erimuddin
Banner DPRD Batam 2026

NATUNA – Muhammad Erimuddin, ketua Natuna Runner Community (NRC), sebuah atau Pelari Natuna yang rutin berolahraga di sekitar Masjid Agung Natuna pada pagi hari, baru-baru ini membagikan pengalamannya yang meresahkan di media sosial, Senin (29/7/2024).

Pada suatu subuh, sekitar pukul 05.12 wib pagi, saat sedang jogging, ia mendapati sekelompok remaja yang terdiri dari 10 orang, termasuk 2 perempuan, sedang berkumpul di halaman depan Pusat Informasi Geologi Natuna. “Sebagian dari mereka tidak mengenakan baju dan bau alkohol tercium kuat dari kelompok tersebut,” tulisnya.

Erimuddin, yang prihatin dengan situasi ini, mendekati kelompok tersebut dan mencoba berdialog. Ia menanyakan aktivitas mereka dan mengapa mereka berkumpul di tempat umum pada jam tersebut.

Beberapa remaja memberikan alasan yang tidak meyakinkan, seperti mengaku baru pulang kerja dari rumah makan yang buka hingga larut malam. Namun, Erimuddin merasa ada yang tidak beres dan terus bertanya.

Situasi menjadi semakin tegang ketika Erimuddin menyinggung soal minuman keras. Beberapa remaja tampak tidak nyaman dan mencoba menghindar.

Namun, Erimuddin tetap bersikeras dan menegaskan bahwa tempat umum bukanlah tempat untuk minum-minuman keras dan mengganggu kenyamanan orang lain.

Akhirnya, kelompok remaja tersebut memutuskan untuk membubarkan diri sambil meminta maaf dengan gaya bicara khas orang mabuk.

Erimuddin mengungkapkan bahwa kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali ia temui.

Komunitas pelari NRC seringkali menemukan kelompok remaja yang berkumpul di area Masjid Agung pada pagi hari, bahkan beberapa di antaranya terlihat mabuk dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Ia juga menyebutkan bahwa pernah ditemukan kondom dan mainan seks di area tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran akan adanya aktivitas yang tidak pantas dan berisiko bagi remaja, terutama remaja perempuan.

Melalui unggahannya di media sosial, Erimuddin berharap agar pihak berwenang, seperti kepolisian dan pemerintah daerah, lebih memperhatikan keamanan dan pengawasan di tempat-tempat umum, terutama di area Masjid Agung Natuna.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pergaulan remaja dan memberikan perhatian yang lebih besar kepada anak-anak mereka.

Erimuddin menekankan pentingnya pendidikan moral dan pengawasan orang tua untuk mencegah remaja terlibat dalam perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, Erimuddin juga menyoroti pentingnya menyediakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua kalangan, termasuk remaja.

Ia berharap agar pemerintah daerah dapat mengembangkan fasilitas publik yang lebih baik, seperti taman dan pusat kegiatan remaja, yang dapat menjadi alternatif bagi remaja untuk berkumpul dan beraktivitas secara positif.

“Dengan demikian, diharapkan remaja dapat menyalurkan energi dan kreativitas mereka ke arah yang lebih konstruktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tulis Muhammad Erimuddin dengan beragam komentar dari netizen di media sosial facebook berita Natuna.

(Riky)

WhasApp

Google News WartaKepri