NATUNA – Senyum sumringah merekah di wajah warga di Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Pasalnya, pembangunan jalan tembus baru yang menghubungkan Ranai Darat dengan Desa Sepempang telah membawa angin segar bagi perekonomian.
Selama bertahun-tahun, akses menuju kebun menjadi momok menakutkan bagi para petani. Jalanan yang rusak parah akibat hujan dan waktu tempuh yang lama membuat mereka kesulitan menggarap lahan. Hasil panen pun sering kali membusuk sebelum sampai ke pasar karena sulitnya transportasi, kini jalan tembus baru yang akan menghubungkan Kelurahan Ranai Darat dengan Desa Sepempang telah terbuka.
“Dulu, kami harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai kebun. Jalannya licin dan berbatu, seringkali membuat kami terpeleset,” ujar Pak Ahmad, salah seorang petani. “Sekarang, dengan adanya jalan baru ini, kami bisa mengangkut hasil panen dengan lebih cepat dan mudah. Terima kasih kepada pemerintah yang telah membangun jalan ini,” imbuhnya. Di Ranai, Kamis (5/9/2024).
Senada, Ketua RT 03 RW 05 Kelurahan Ranai Darat, Busman, mengatakan, Pembangunan jalan tembus ini tidak hanya mempermudah akses menuju kebun, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat. Para petani kini lebih bersemangat untuk mengembangkan usaha pertanian mereka.
“Kami berharap jalan ini akan terus diperbaiki dan dirawat agar bisa bertahan lama,” kata Busman. “Dengan jalan yang baik, kami yakin hasil pertanian warga akan semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat pun akan ikut meningkat,” paparnya.
Pemerintah Kabupaten Natuna menyambut baik antusiasme masyarakat terhadap pembangunan jalan tembus ini. Bupati Natuna, Wan Siswandi mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas utama pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur yang berkualitas di seluruh wilayah Kabupaten Natuna,” ujar Bupati. “Kami berharap pembangunan jalan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya para petani,” paparnya.
Pembangunan jalan ini tidak hanya mempermudah akses ke kebun, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Sejumlah usaha kecil mulai bermunculan di sepanjang jalan lingkar, seperti warung makan, bengkel, dan kios bahan kebutuhan pokok. Hal ini tentu saja membawa dampak positif bagi perekonomian lokal.
Aim (39), seorang pemilik dan pengelola objek wisata Bukit Bintang yang juga membuka warung di tepi jalan lingkar Ranai Darat Seempang, menyatakan bahwa usahanya kini semakin berkembang.
“Alhamdulillah dengan adanya jalan ini, semakin banyak orang yang lewat dan berhenti di warung saya. Pendapatan saya meningkat, dan saya juga bisa membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Semenjak bagusnya jalan tersebut menurut Aim pengunjung juga datang tidak hanya siang namun pagi bahkan malam hari tempatnya ramai dikunjungi warga.
Lurah Ranai Darat, Supriadi juga menyambut baik dampak positif dari pembangunan jalan lingkar ini. Menurutnya, jalan ini tidak hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga menjadi pendorong bagi kemajuan ekonomi desa.
“Kami berharap dengan adanya jalan lingkar ini, kesejahteraan warga bisa terus meningkat dan potensi pertanian dan perkebunan juga dapat lebih dikembangkan,” katanya.
Dengan segala perubahan positif ini, warga Ranai Darat optimis bahwa kehidupan mereka akan semakin baik ke depannya. Pembangunan infrastruktur seperti jalan lingkar diharapkan dapat terus dilakukan di berbagai daerah lain untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Natuna, Agus Supardi menyampaikan total pembangunan jalan tembus Ranai Darat Sepempang adalah sepanjang 5 KM namun sampai saat ini baru dikerjakan sepanjang 3,7 KM dengan anggaran Rp19 Miliar. Untuk sisanya sepanjang 1,3 KM masih dalam tahap pengusulan.
(Rk)



























