ARAB SAUDI – Pada Kamis, 20 Maret 2025, sebuah bus yang mengangkut jemaah umrah asal Indonesia mengalami kecelakaan tragis di Wadi Qudeid, sekitar 150 km dari Jeddah, Arab Saudi. Kecelakaan terjadi pada pukul 13.30 waktu setempat atau 17.30 WIB.
Menurut informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, bus tersebut menabrak sebuah jeep yang tiba-tiba menyalip, menyebabkan bus terguling dan terbakar. Akibatnya, enam warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia, termasuk anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Eny Soedarwati, dan Wakil Direktur Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Sumberrejo, Dian Novita. Selain itu, 14 jemaah lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
KJRI Jeddah segera mengirimkan tim ke lokasi untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat, rumah sakit, tour leader, serta Kementerian Haji Arab Saudi guna memastikan penanganan korban. Korban luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi, sementara 11 jemaah yang selamat telah melanjutkan program umrah mereka.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan KJRI Jeddah menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini dan terus berupaya memberikan bantuan serta dukungan kepada para korban dan keluarga yang terdampak
Empat Korban Dimakam di Jedah
KJRI Jeddah mengungkapkan, lima WNI jamaah umroh yang meninggal dalam kecelakaan bus di Wadi Qudeid, sekitar 150 kilometer dari Jeddah, akan dimakamkan di Arab Saudi. Hal itu merupakan permintaan keluarga korban.
KJRI Jeddah mengatakan, empat WNI di antaranya yang akan dimakamkan di Saudi merupakan satu keluarga terdiri dari seorang ayah, ibu, dan dua putri. Mereka adalah Dawam Mahmud, Sumarsih Djarudin, Areline Nawallya Adam, dan Audrya Malika Adam.
“Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah berkomunikasi dengan keponakan almarhum Dawam Mahmud, dan pihak keluarga telah meminta agar seluruh jenazah dimakamkan di Arab Saudi,” kata KJRI Jeddah dalam keterangannya yang dirilis Sabtu (22/3/2025).
“Selain itu, korban meninggal lainnya, Eny Soedarwati, juga telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga untuk dimakamkan di Arab Saudi,” tambah KJRI Jeddah.
Selain mereka berlima, terdapat satu WNI lainnya yang meninggal dalam kecelakaan bus di Wadi Qudeid, yakni Dian Novita. “Terkait korban wafat Dian Novita, keputusan mengenai lokasi pemakamannya masih dalam pembahasan pihak keluarga,” kata KJRI Jeddah.
KJRI Jeddah telah mendapatkan jaminan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi bahwa proses pemulsaran jenazah para WNI akan dipercepat. Selain itu, terdapat tiga WNI lainnya yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, salah satunya adalah Fabian (14 tahun). Fabian merupakan keponakan dari almarhumah Eny Soedarwati.
“Korban bernama Fabian (14 tahun) mengalami 60 perse luka bakar, namun dokter memastikan bahwa tidak ada cedera pada organ internalnya. Fabian sudah dapat merespons saat diajak berkomunikasi oleh petugas KJRI Jeddah pada siang sebelumnya,” ungkap KJRI Jeddah.
BACA JUGAPemkab Lingga Lepas Muballigh Ramadhan dan Doa Selamat Calon Jemaah Umrah
KJRI Jeddah menambahkan, rencananya Fabian akan dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar dengan fasilitas lebih lengkap. “Orang tua Fabian dijadwalkan tiba malam ini dan akan mengunjungi rumah sakit keesokan harinya,” katanya.
Selain Fabian, WNI lainnya yang masih menjalani perawatan di rumah sakit adalah Ahsantudhonni Ghozali. Dia rencananya juga akan dipindahkan ke rumah sakit di Makkah. “Sementara itu, Muhammad Alawi mengalami retak pada tulang lengan dan dijadwalkan menjalani operasi dalam waktu dekat,” kata KJRI Jeddah.
Menurut KJRI Jeddah, sebanyak 11 WNI lainnya yang sebelumnya sempat menjalani perawatan medis, telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit. “Setelah mendapatkan izin medis, mereka telah tiba di Mekkah dan kembali melanjutkan rangkaian ibadah umrah sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan,” ucapnya.
Pada Ahad (23/3/2025), KJRI Jeddah dijadwalkan bertemu dengan 11 jamaah yang selamat guna menerbitkan dokumen pengganti bagi mereka yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen perjalanan akibat insiden kecelakaan. KJRI juga terus berkoordinasi dengan otoritas terkait di Saudi serta melalui Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI untuk menjalin komunikasi dengan keluarga korban di Indonesia dan memastikan seluruh prosedur berjalan lancar. (*)
Sumber : Republika/Detik/
Editor : Dedy Suwadha






























