
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Anggota DPRD Kepri Dapil III Karimun, Dr Jusrizal, menggelar reses sidang 3 tahun 2025, di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun.
Kegiatan tersebut sekaligus menyerahkan bantuan bagi para Pelaku Usaha Ekonomi Produktif (UEF) dan kendaraan operasional bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
“Sebanyak 140 pelaku UEF menerima bantuan berupa uang tunai untuk menunjang kegiatan usahanya,” terang Jusrizal, Kamis, 4 September 2025.
“Setiap pelaku usaha mendapatkan Rp 3 juta,” tambah Jusrizal.
Jusrizal menjelaskan, untuk tahap awal ini, sebanyak 93 pelaku UEF, sisanya nanti akan menyusul setelah kelengkapan administrasi.
“Program bantuan bagi pelaku UEF ini merupakan usulan kepada Dinas Sosial Provinsi Kepri, untuk membantu para pelaku usaha di Kabupaten Karimun,” pungkasnya.
Ia melihat, kegiatan pemberian modal bagi para pelaku usaha di Kabupaten Karimun ini belum pernah dilaksanakan.
“Untuk itu, saya mengusulkan kepada Dinas Sosial Provinsi Kepri, untuk memberikan bantuan modal tersebut,” imbuhnya.
Selain menyerahkan bantuan bagi pelaku UEF, Jusrizal juga menyerahkan bantuan kendaraan sepeda motor bagi petugas TKSK di 10 Kecamatan di seluruh Kabupaten Karimun.
“TKSK ini merupakan ujung tombak dalam melaksanakan kegiatan sosial di masyarakat,” ucap Jusrizal.
Dulu kata Jusrizal, gaji mereka ini Rp 500 ribu per bulan dari Pemprov Kepri, namun tahun ini hanya Rp 500 ribu untuk setahun.
“Maka dari itu kami memberikan bantuan kendaraan sepeda motor melalui Dinas Sosial Provinsi Kepri dan sifatnya ini hanya pinjam pakai,” paparnya.
Dalam kegiatan resesnya, jusrizal juga menyerap berbagai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat yang antusias hadir.
Salah satunya, keluhan masyarakat Kecamatan Moro yang merasa kesulitan mengurus rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit yang lebih besar untuk berobat.
“Kami akan bicarakan hal ini dengan pihak BPJS Kesehatan. Memang untuk di Kecamatan Moro, mereka itu lebih dekat ke Batam dibandingkan menuju Karimun. Terlebih untuk beberapa kasus penyakit yang dirujuk ke RSUD HM Sani, belum mampu menangani karena keterbatasan fasilitas kesehatan,” tandasnya.(Junizar)



























