
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karimun, Priyambudi, tiba-tiba muncul dan mengeluarkan peringatan keras yang mengejutkan publik.
Ia meminta masyarakat untuk tidak terpancing oleh gelombang isu negatif yang memanas terkait rencana tambang pasir darat oleh PT Tridaya Satya Lestari di Desa Sawang, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Priyambudi menuding bahwa, kabar-kabar liar yang beredar luas di media sosial dan memicu kegaduhan hanyalah provokasi busuk yang sama sekali tidak berdasar.
“Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi. Jika ada kabar burung yang belum tentu kebenarannya, jangan menelan mentah-mentah, saring dulu informasi tersebut,” ungkap Priyambudi dengan nada tegas, Sabtu, 13 Desember 2025.
Priyambudi sebut ada upaya provokasi massal
Menurut Priyambudi, beberapa isu yang saat ini sedang viral dan menyulut amarah masyarakat di media sosial adalah taktik untuk memprovokasi dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat Kundur.
“Isu yang beredar ini sama sekali tidak berdasar. Ini hanya ingin memprovokasi masyarakat,” tegasnya.
Sentilan keras untuk Insan Pers: sajikan fakta, bukan opini tendensius
Tidak hanya kepada masyarakat, Priyambudi juga melayangkan kritik pedas kepada insan pers yang dinilai ikut andil dalam menyebarkan opini tanpa dasar yang kuat.
Ia secara khusus meminta media untuk menjaga profesionalitas dan mempedomani kode etik jurnalistik, serta selalu menerapkan prinsip ‘cover both side story’ agar pemberitaan menjadi berimbang.
“Produk jurnalistik harus terlihat berkualitas dengan menyajikan fakta dan bukan hanya opini semata yang menimbulkan kesan tendensius,” terangnya, menyoroti pentingnya media menyajikan kebenaran, bukan sekadar sensasi.
Untuk itu, Priyambudi memperingatkan masyarakat Bumi Berazam agar tidak terseret oleh opini publik yang menyesatkan.
Ia mewanti-wanti bahwa isu-isu yang berkembang liar ini dapat berujung pada fitnah dan pencemaran nama baik.
“Waspada, publik kini diminta untuk menahan diri dan tidak mudah termakan isu yang berpotensi memecah belah,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis Maulana

























