Home Berita Utama Anwar Ibrahim: Amerika Melanggar Hukum Kedaulatan Negara dan Segera Bebaskan Maduro

Anwar Ibrahim: Amerika Melanggar Hukum Kedaulatan Negara dan Segera Bebaskan Maduro

Anwar Ibrahim tentang Maduro

WARTAKEPRI.co.id – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memposting pendapatnya tentang penangkapan dan Presiden Venezuela Maduro dan istri oleh militer Amerika Serikat. Pendapat itu diposting dilaman x.com diakun Anwar Ibrahim @anwaribrahim pada 2.13 PM · 4 Jan 2026
dan sudah dilihat 589,3 rb Tayangan.

Berikut kutipan dalam bentuk bahasa inggris dan diterjemahkan secara otomatis oleh google.

I have followed developments in Venezuela with grave concern. The leader of Venezuela and his wife were seized in a United States military operation of unusual scope and nature. Such actions constitute a clear violation of international law and amount to an unlawful use of force against a sovereign state.

HONDA CAPELLA

President Maduro and his wife must be released without any undue delay. Whatever may be the reasons, the forcible removal of a sitting head of government through external action sets a dangerous precedent. It erodes fundamental restraints on the use of power between states and weakens the legal framework that underpins international order.

It is for the people of Venezuela to determine their own political future. As history has shown, abrupt changes in leadership brought about through external force will bring more harm than good, what more in a country already grappling with prolonged economic hardship and deep social strain.

Malaysia regards respect for international law and sovereignty as paramount to peaceful relations between states. Constructive engagement, dialogue and de-escalation remain the most credible path towards an outcome that protects civilians and allows Venezuelans to pursue their legitimate aspirations without further harm.

ANWAR IBRAHIM
Diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh

Saya telah mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam. Pemimpin Venezuela dan istrinya ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat yang luar biasa luas dan bersifat tidak biasa. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara berdaulat.

Presiden Maduro dan istrinya harus dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya. Apa pun alasannya, penggulingan paksa kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menciptakan preseden yang berbahaya. Hal itu mengikis batasan mendasar atas penggunaan kekuasaan antar negara dan melemahkan kerangka hukum yang mendasari tatanan internasional.

Rakyat Venezuela sendirilah yang menentukan masa depan politik mereka. Seperti yang telah ditunjukkan oleh sejarah, perubahan kepemimpinan yang tiba-tiba akibat kekuatan eksternal akan membawa lebih banyak kerugian daripada keuntungan, terlebih lagi di negara yang sudah bergulat dengan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan dan ketegangan sosial yang mendalam.

Malaysia menganggap penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan sebagai hal terpenting dalam hubungan damai antar negara. Keterlibatan konstruktif, dialog, dan de-eskalasi tetap menjadi jalan paling kredibel menuju hasil yang melindungi warga sipil dan memungkinkan warga Venezuela untuk mengejar aspirasi sah mereka tanpa membahayakan mereka lebih lanjut.

ANWAR IBRAHIM

Editor : Dedy Suwadha

RUKO BATAM Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025