
KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Suasana malam takbiran di Kabupaten Karimun tahun 2026 terasa semakin semarak dengan digelarnya lomba kereta hias yang diikuti sebanyak 13 peserta.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pariwisata, sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Peserta lomba berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan masjid, kelompok pemuda, hingga komunitas lainnya.
Iring-iringan kereta hias tersebut memulai perjalanan dari Panggung Rakyat Putri Kemuning, Coastal Area dan secara resmi dilepas oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah.
Dalam sambutannya, Iskandarsyah menegaskan bahwa, lomba kereta hias merupakan tradisi yang patut dijaga dan terus diramaikan setiap tahunnya.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen istimewa bagi para perantau yang pulang kampung,” terang Bupati Karimun, Iskandarsyah, Jum’at (20/3/2026) petang.
“Lomba kereta hias ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi pengobat rindu bagi para perantau yang kembali ke Karimun untuk berkumpul bersama keluarga,” tambah Bupati.
Tidak hanya itu saja, kata Bupati dengan kemeriahan lampu elektrik dan lampu colok, tentu menambah kebahagiaan masyarakat Bumi Berazam.
“Antusiasme masyarakat menyaksikan lomba kereta hias, menjadikan kekompakan dan kebersamaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Karimun, M. Tahar, menjelaskan, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi dalam memeriahkan malam takbiran.
“Alhamdulillah, jumlah peserta meningkat. Kami juga telah menyiapkan total hadiah sekitar Rp70 juta untuk para pemenang, mulai dari juara satu, dua, tiga hingga harapan,” jelasnya.
Untuk memastikan penilaian berjalan objektif, ia menyebut, panitia telah menyiapkan dewan juri yang terdiri dari unsur internal dan pihak independen.
“Penentuan pemenang lomba kereta hias serta lomba lampu hias elektrik dan colok akan diumumkan setelah Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Dengan semaraknya lomba ini, malam takbiran di Karimun tidak hanya menjadi ajang perayaan keagamaan, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan.
“Sekaligus melestarikan budaya lokal yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis































