
WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) masa bakti 2025–2030, di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Sabtu (11/4/2026). Momentum ini menjadi simbol kuatnya solidaritas masyarakat Minangkabau di perantauan yang terus menjaga nilai adat, budaya, dan persatuan.
Dalam acara tersebut, semangat falsafah Minang “tatungkuik samo makan tanah, tatilantang samo minum aia” terasa begitu kental. Nilai ini mencerminkan kebersamaan dalam suka dan duka, yang menjadi fondasi utama hubungan antar sesama urang Minang di mana pun berada.
Ketua Umum DPP IKM yang baru, Andre Rosiade, diharapkan mampu membawa organisasi ini semakin solid dan berkontribusi nyata, baik bagi masyarakat Minang maupun pembangunan nasional. Dukungan dari berbagai tokoh dan perantau menunjukkan bahwa IKM tetap menjadi wadah strategis dalam mempererat tali silaturahmi.
Dalam kesempatan yang sama, kehadiran Nagita Slavina turut menjadi perhatian, mencerminkan kedekatan emosional dengan budaya Minangkabau yang kaya nilai dan tradisi.
Urang Minang yang tersebar di berbagai daerah dan sektor telah lama dikenal adaptif dan produktif. Namun demikian, jati diri sebagai bagian dari Ranah Minang tetap terjaga melalui nilai gotong royong, rasa memiliki, serta kepedulian terhadap kampung halaman.
Pengukuhan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga titik awal penguatan peran organisasi dalam menjaga warisan budaya, memperluas kontribusi sosial, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Minangkabau ke depan.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam acara ini menjadi bukti bahwa di mana pun berada, urang Minang tetap satu dalam rasa, satu dalam tujuan.
Mahyeldi: IKM Jadi Energi untuk Sumbar
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa keberadaan Ikatan Keluarga Minang (IKM) merupakan kekuatan strategis dalam mendorong pembangunan daerah.
Mahyeldi mengapresiasi semangat persatuan yang ditunjukkan para perantau Minang. Ia menilai, energi kebersamaan tersebut dapat menjadi motor penggerak pembangunan jika dikelola secara optimal.
“Semangat persatuan dan silaturahmi perantau Minang ini adalah energi besar. Jika dirajut dengan baik, akan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Sumatera Barat dan Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sumbar, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan para perantau, termasuk IKM, dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan hingga sosial kemasyarakatan.
Menurut Mahyeldi, sinergi antara ranah dan rantau merupakan kekuatan khas masyarakat Minangkabau yang harus terus dijaga dan diperkuat. Ia berharap kepengurusan baru IKM mampu menjadi jembatan yang mempererat konektivitas tersebut secara berkelanjutan.
“Kita ingin hubungan antara kampung halaman dan perantau tidak hanya emosional, tetapi juga produktif dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. (*)
@wartakepri Video Filosofi Minangkabau yang Sering disalahartikan Masyarakat dari National Geographic Indonesia #beritaterkini #wartakepritv #viral #kepri #minangkabau #adatminangkabau #sukuminang #nationalgeographic ♬ original sound – WARTAKEPRI TV




























