PIALA DUNIA – Kaishū Sano mengejutkan publik dengan gol pada menit ke-29, yang memberi Jepang keunggulan sementara 1-0 atas Brasil di babak pertama babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Gelandang Samurai Biru ini sukses merobek gawang Alisson Becker melalui tembakan keras mendatar dari luar kotak penalti setelah memanfaatkan serangan balik cepat.
Laga yang berlangsung di Stadion NRG, Texas ini berjalan sengit, Selasa (30/6/2026) dinihari.
Gol Tercipta: Memanfaatkan transisi cepat pada menit ke-29, Sano melewati pemain bertahan Brasil dan melepaskan tembakan klinis ke sudut bawah gawang.
Aksi Krusial: Sano sempat mendapat kartu kuning pada awal laga (menit ke-11) akibat pelanggaran pada Vinícius Júnior, sementara gelandang Brasil Casemiro juga menerima kartu kuning karena melanggar Junya Ito.
Brasil mendominasi penguasaan bola hingga 62%, sementara Jepang bermain super efektif dengan 38% penguasaan bola sepanjang babak pertama. Meski terus ditekan kedisiplinan tingkat tinggi skuad asuhan Hajime Moriyasu sukses membuat lini serang Brasil frustrasi dan gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Peluang Brasil Babak II
Brasil memiliki peluang sangat besar untuk membalikkan keadaan di babak kedua berkat kedalaman skuad kelas dunia dan dominasi permainan mereka. Meskipun tertinggal 0-1, statistik babak pertama menunjukkan bahwa Seleção memegang kendali penuh atas jalannya laga.
Dominasi Total Lapangan: Dengan 62% penguasaan bola dan total 8 tembakan, Brasil hanya kurang beruntung dalam penyelesaian akhir di babak pertama.
Kreativitas lini tengah yang motori oleh Lucas Paquetá akan terus membongkar pertahanan Jepang.
Senjata Rahasia dari Bangku Cadangan: Kehadiran Neymar yang sudah pulih dari cedera betis dan penyerang muda berbakat seperti Endrick memberikan opsi instan bagi pelatih Carlo Ancelotti untuk menambah daya gedor.
Memanfaatkan Celah Kartu Kuning Jepang: Dua gelandang jangkar Jepang, Kaishū Sano dan Daichi Kamada, sudah terkena kartu kuning. Kelincahan Vinícius Júnior dalam menusuk dari sisi sayap diprediksi akan memaksa mereka melakukan kesalahan fatal. (*)
























