PIALA DUNIA – Maroko menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke babak perempat final alias delapan besar Piala Dunia 2026 setelah tampil trengginas dengan kemenangan 3-0, sebuah hasil yang menegaskan bahwa wakil Afrika ini memang bukan kaleng-kaleng.
Bermain kurang meyakinkan pada babak pertama, Singa Atlas justru mengamuk setelah turun minum dan langsung menghujam tiga gol tanpa balas untuk mengunci kemenangan. Hasil ini sekaligus menjadi pembuktian nyata status mereka sebagai tim peringkat 6 dunia versi FIFA, naik satu strip dari posisi 7 sebelum mereka menembus babak 16 besar.
Kualitas Maroko memang tak bisa dipandang sebelah mata karena skuad mereka diisi pemain-pemain yang merumput di kompetisi top Eropa. Lini belakang dikawal Achraf Hakimi yang jadi andalan Paris Saint-Germain dan Nayef Aguerd dari West Ham United.
Di tengah, ada Sofyan Amrabat milik Manchester United dan Azzedine Ounahi yang bermain untuk Olympique Marseille. Daya gedor mereka dipimpin Youssef En-Nesyri dari Fenerbahçe bersama Hakim Ziyech yang memperkuat Galatasaray, membuat materi Maroko sangat berkelas dan berpengalaman di level tertinggi.
Perjalanan Maroko ke perempat final ini terbilang mulus sejak fase grup. Tergabung di Grup C, mereka langsung menggebrak menahan Brazil 1-1, mengalahkan
Haiti 4-2, dan mengalahkan Skotlandia 1-0. Hasil ini meloloskan Maroko sebagai runner up grup dengan nilai 7 di bawah Brazil yang juga mempunya 7.
Lolos ke 32 besar, Maroko kemudian memulang Belanda alias timnas pusat “ lewat adu penalti 3-2, setelah bermain 1-1 di waktu normal.
Di perempat final nanti, ujian berat sudah menunggu Maroko. Mereka akan berhadapan dengan Perancis ranking 1 FIFA yang dengan susah mengalahkan Paraguay 1-0 lewat pertandingan yang ketat dan keras.
Maroko pernah lolos ke semi final piala dunia 2022, bertemu Perancis, namun kalah 0-2. Dengan hasil Perancis mengalahkan Paraguay, maka ini akan menjadi pertemuan ulangan melawan Perancis di perempat final 2026.
Apakah Maroko bisa membalas dendam, atau Perancis yang tetap melaju, mari kita sama sama lihat akankah Perancis yang akan menang lagi kali ini?
Kanada sebagai tuan rumah yang dikalahkan Maroko, sebetulnya tidak bermain jelek dan sempat merepotkan lewat penguasaan bola, namun mereka lupa bahwa Maroko sangat piawai merubah ritme permainan. Saat ditekan, Singa Atlas justru melakukan serangan balik cepat yang mematikan dan membuahkan tiga gol.
Dengan materi pemain mentereng, mentalitas baja, dan taktik serangan balik yang efektif, bukan hal mustahil Maroko terus melaju hingga babak semifinal mengalahkan Perancis nanti bahkan bisa ke final. Maroko sudah membuktikan ranking 6 FIFA bukan sekadar angka, melainkan cerminan kekuatan nyata wakil Afrika di panggung dunia.(*)
Opini Bang Buralimar
Pengamat Sepakbola di Batam
Editor Dedy Suwadha


























