Home Berita Utama Menko Airlangga dan Dirut Telkom Resmikan Interkoneksi Nongsa Changi Cable, Perkuat Batam...

Menko Airlangga dan Dirut Telkom Resmikan Interkoneksi Nongsa Changi Cable, Perkuat Batam Hub Digital Asia Tenggara

Menko Airlangga dan Dirut Telkom Resmikan
Peresmian NCC dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Digital Singapura Gang Kim Yong, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini, Chairman Nongsa Digital Park Mike Wiluan, serta jajaran pemerintah dan pelaku industri digital dari Indonesia dan Singapura.

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Batam kembali menegaskan posisinya sebagai gerbang ekonomi digital Indonesia setelah diresmikannya Nongsa–Changi Cable (NCC), sistem kabel bawah laut yang menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura.

Infrastruktur sepanjang sekitar 50 kilometer ini menjadi salah satu jalur kabel bawah laut terpendek dan paling efisien di Selat Singapura, sekaligus memperkuat konektivitas digital Indonesia menuju pasar Asia Tenggara.

Peresmian NCC dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Digital Singapura Gang Kim Yong, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Dian Siswarini, Chairman Nongsa Digital Park Mike Wiluan, serta jajaran pemerintah dan pelaku industri digital dari Indonesia dan Singapura.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Nongsa–Changi Cable bukan sekadar proyek telekomunikasi, melainkan fondasi koridor digital baru yang akan mendorong transformasi ekonomi digital Indonesia dalam jangka panjang.

Menurutnya, perkembangan teknologi, mulai dari revolusi industri, listrik, internet hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), membutuhkan infrastruktur digital yang cepat, stabil, dan berkapasitas besar.

“Di era AI, komunikasi antara manusia dan mesin membutuhkan jaringan digital yang sangat cepat. Salah satu infrastruktur pentingnya adalah koneksi digital antara Changi dan Nongsa,” ujar Airlangga.

Ia menjelaskan, sistem kabel bawah laut tersebut menawarkan latensi sangat rendah sehingga pertukaran data dapat berlangsung hampir tanpa jeda. Dengan kapasitas lebih dari 1,6 petabit per detik, NCC dipersiapkan untuk mendukung layanan cloud computing, hyperscale data center, kecerdasan buatan, hingga berbagai layanan digital lintas negara.

Airlangga optimistis kehadiran koridor digital ini akan mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga mengungkapkan pertumbuhan industri pusat data di Batam mencapai sekitar 22 persen per tahun, melampaui rata-rata nasional. Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan masuknya investasi global, termasuk pembangunan pusat data BW Digital berkapasitas awal 120 megawatt yang akan berkembang hingga 450 megawatt, serta rencana Oracle mengembangkan kawasan cloud di Batam.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengatakan keberhasilan pendaratan Nongsa–Changi Cable merupakan hasil kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun ekosistem digital yang tangguh dan berdaya saing.

“Keberhasilan landing Nongsa Changi Cable merupakan refleksi dari komitmen bersama Indonesia dan Singapura untuk menghadirkan ekosistem digital yang lebih terkoneksi, resilien, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan,” katanya.

Menurut Dian, kehadiran NCC akan meningkatkan kapasitas konektivitas internasional Indonesia sekaligus memperkuat daya saing ekonomi digital nasional melalui pertukaran data lintas negara yang lebih cepat, aman, dan andal.

Sementara itu, Chairman Nongsa Digital Park, Mike Wiluan, menyebut pendaratan kabel bawah laut tersebut menjadi simbol kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun masa depan ekonomi digital kawasan.

“Ini bukan hanya tentang kabel yang datang ke pantai. Ini adalah koneksi antara Indonesia dan Singapura, antara infrastruktur dan berbagai peluang untuk mewujudkan masa depan digital,” ujarnya.

Mike menjelaskan, Nongsa Digital Park sejak awal dirancang sebagai ekosistem digital terpadu yang mengintegrasikan pusat data, layanan cloud, AI, perusahaan teknologi global, hingga pengembangan talenta digital.

Dengan hadirnya NCC, kawasan tersebut diproyeksikan semakin menarik bagi investor teknologi, mendorong pertumbuhan startup digital, serta membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas. Ke depan, Nongsa Digital Park juga akan mengembangkan Digital Campus untuk menyiapkan talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan industri global.

Di sisi lain, Menteri Digital Singapura Gang Kim Yong menilai pengoperasian Nongsa–Changi Cable menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan ekonomi digital kedua negara.

Menurutnya, proyek ini merupakan implementasi komitmen yang telah disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam Leaders’ Retreat Indonesia–Singapura untuk memperkuat Batam, Bintan, dan Karimun sebagai pusat ekonomi digital regional.

“Dalam kondisi global yang semakin tidak menentu, semakin penting bagi Singapura dan Indonesia untuk memperkuat kemitraan, memfasilitasi investasi, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.

Ia menilai Singapura memiliki keunggulan pada konektivitas global dan iklim investasi, sementara Indonesia menawarkan potensi besar melalui talenta digital, ketersediaan lahan, serta peluang pengembangan energi terbarukan. Sinergi kedua negara diyakini mampu menjadikan Batam sebagai pusat layanan digital yang melayani pasar ASEAN hingga dunia.

Nongsa–Changi Cable dibangun menggunakan 24 fiber pairs yang mampu mengalirkan data dalam kapasitas sangat besar. Proses pembangunannya dilakukan dengan teknologi dan kapal khusus berstandar internasional guna memastikan keandalan jaringan.

Kolaborasi antara TELIN, BW Digital, Citramas, BP Batam, Pemerintah Indonesia, Pemerintah Singapura, serta berbagai mitra strategis menunjukkan pembangunan infrastruktur digital kini menjadi bagian penting strategi pertumbuhan ekonomi kawasan.

Lebih dari sekadar kabel bawah laut, Nongsa–Changi Cable menjadi simbol kemitraan lintas negara yang memperkuat fondasi ekonomi digital masa depan. Kehadirannya diproyeksikan semakin mengukuhkan Batam sebagai hub digital Indonesia sekaligus magnet investasi pusat data, layanan cloud, kecerdasan buatan, dan berbagai industri teknologi yang akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional maupun Asia Tenggara pada dekade mendatang.(*)

Editor Dedy Suwadha

Google News WartaKepri

WhasApp

Banner DPRD Batam 2026