
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar menghadapi pemadaman listrik bergilir yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Pemadaman dilakukan sebagai langkah sementara akibat gangguan pada salah satu unit pembangkit listrik di PLTU Karimun.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, menjelaskan, pemadaman bergilir terjadi karena adanya kerusakan pada mesin PLTU yang menyebabkan kapasitas pasokan listrik berkurang.
Saat ini kata Bupati, proses perbaikan masih berlangsung sehingga pengaturan beban listrik menjadi langkah yang harus dilakukan demi menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
“Informasi yang kami terima, terjadi gangguan pada mesin pembangkit PLTU sehingga diperlukan perbaikan. Dampaknya, dilakukan pemadaman listrik bergilir untuk sementara waktu,” ujar Iskandarsyah, Senin (20/7/2027).
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama.
“Pada akhir Juli 2026 dijadwalkan akan dilakukan pemasangan tambahan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 6 megawatt (MW) yang diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik di Kabupaten Karimun,” sebut Bupati.
Selain itu, masih kata Bupati, pada September 2026 juga direncanakan penambahan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 2,6 MW sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem kelistrikan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Karimun terus berkoordinasi dengan PLN agar proses perbaikan PLTU serta pemasangan unit PLTD bantuan pemerintah pusat dapat diselesaikan secepat mungkin,” imbuhnya.
“Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pelaku usaha dan UMKM yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil,” tambah Bupati.
Sementara itu, Manager UP PLTU Karimun, Riki Adityawarman, menyebut, tim teknis sedang bekerja maksimal agar perbaikan PLTU Unit 2 dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari sehingga kembali beroperasi dan menyuplai listrik ke sistem.
“Kerusakan terjadi karena PLTU Unit 2 tetap dioperasikan meskipun sebenarnya telah memasuki jadwal pemeliharaan,” terang Riki.
Ia berujar bahwa, penundaan perawatan dilakukan agar kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi, namun kondisi tersebut akhirnya menyebabkan kerusakan pada unit pembangkit.
“Masyarakat diimbau memanfaatkan listrik secara bijak selama masa pemadaman bergilir, mengisi daya perangkat elektronik sebelum jadwal pemadaman, serta mengikuti informasi resmi dari PLN terkait jadwal pemadaman di masing-masing wilayah,” pintanya.
Dengan percepatan perbaikan PLTU dan penambahan kapasitas pembangkit, diharapkan pasokan listrik di Kabupaten Karimun dapat kembali normal dalam waktu dekat.
“Melalui percepatan perbaikan PLTU dan penambahan kapasitas pembangkit, pasokan listrik di Kabupaten Karimun bersiap kembali normal dalam waktu dekat,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























