WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Wagub Nyanyang Haris Pratamura meresmikan pemotongan baja perdana (first steel cutting) Proyek Bahtera Haluan Lestari Floating Production Storage and Offloading (BHL FPSO) di PT Saipem Indonesia Karimun Yard, Kabupaten Karimun, Kamis (23/7/2026).
Nyanyang menilai dimulainya pembangunan proyek BHL FPSO menjadi tonggak penting bagi penguatan industri migas nasional sekaligus mempertegas posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu pusat industri maritim dan energi strategis di Indonesia.
“Proyek ini merupakan wujud nyata peningkatan kapasitas industri di Kepulauan Riau dalam mendukung ketahanan sektor migas,” ujar Nyanyang usai peresmian.
Menurutnya, proyek BHL FPSO bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap pengembangan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan industri pendukung.
Ia menjelaskan, pembangunan unit FPSO di fasilitas PT Saipem Indonesia Karimun Yard akan mendorong peningkatan kemampuan industri lokal, termasuk transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang energi dan rekayasa industri.
“Proyek ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan berkembangnya industri pendukung,” katanya.
Selain itu, Nyanyang menyebut proyek tersebut menjadi simbol semakin kuatnya kerja sama internasional di sektor energi. Kehadiran proyek berskala global itu dinilai semakin menegaskan posisi Kepulauan Riau sebagai mitra strategis dalam berbagai proyek energi internasional.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen terus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendukung pengembangan industri berbasis teknologi yang berkelanjutan.
“Kami akan terus mendukung berbagai pengembangan industri dan teknologi berkelanjutan serta menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi proyek-proyek strategis seperti BHL FPSO,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Nyanyang juga menyampaikan apresiasi kepada PT Saipem Indonesia Karimun Yard beserta seluruh mitra yang terlibat dalam proyek tersebut.
Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional menjadi faktor utama keberhasilan proyek yang diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.
“Kerja sama yang solid antara pemerintah, swasta, dan mitra internasional menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Semoga proyek ini menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pelaku industri di Kepri untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan nasional maupun global, khususnya di sektor energi dan migas,” tutup Nyanyang.
Peresmian proyek BHL FPSO dihadiri Kepala SKK Migas Joko Siswanto, Bupati Karimun Iskandarsyah, Ketua DPRD Karimun Rapiza, Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, Kajari Karimun Denny Wicaksono, Dandim 0317/TBK Letkol Inf Andit Pranata, Danlanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut Samuel Cherestian, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri, serta pimpinan PT Saipem Indonesia, Tripatra, Eni, dan sejumlah mitra internasional lainnya. (fik)



























