
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Karimun yang terdampak pemadaman listrik (blackout) beberapa waktu lalu.
PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungbalai Karimun, kini mulai melakukan proses verifikasi data pelanggan yang akan mendapatkan kompensasi.
Sekitar 60 ribu pelanggan terdampak telah diusulkan ULP PLN Tanjungbalai Karimun ke Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kepri untuk menjalani proses verifikasi lebih lanjut.
Manager ULP PLN Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan, proses pemberian kompensasi dilakukan secara berjenjang sesuai mekanisme internal PLN.
“Data 60 ribu pelanggan sudah kami kirimkan ke UP3. Selanjutnya akan diproses di UP3, diteruskan ke UID, dan baru ke PLN Pusat,” ujar Ahmad, Minggu (9/8/2026).
Ahmad menjelaskan, proses tersebut membutuhkan waktu karena PLN harus melakukan verifikasi dan perhitungan secara menyeluruh, termasuk menentukan besaran kompensasi, mekanisme penyaluran hingga pertanggungjawabannya.
“Tahapan tersebut merupakan bagian dari prosedur internal PLN yang harus dilalui sebelum kompensasi dapat masuk ke tahap penyaluran kepada pelanggan,” jelas Ahmad.
“Mekanisme ini menjadi bagian dari proses internal yang harus dilalui sebelum kompensasi dapat memasuki tahapan penyaluran,” tambah Ahmad.
Ia memperkirakan proses verifikasi hingga penyaluran kompensasi dapat memakan waktu hingga satu bulan.
“Karena itu, PLN mengimbau masyarakat yang terdampak blackout untuk bersabar dan menunggu proses tersebut berjalan sesuai ketentuan,” imbuhnya.
Selain memproses kompensasi, kata Ahmad, PLN juga terus melakukan langkah penguatan sistem kelistrikan di Kabupaten Karimun.
“Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempercepat peremajaan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 6 megawatt (MW),” ucapnya.
Ahmad menuturkan, peremajaan mesin tersebut menjadi bagian penting dari strategi PLN untuk memperkuat pasokan listrik sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Karimun.
“Langkah kami tentunya mempercepat peremajaan mesin PLTD berkapasitas 6 MW,” tuturnya.
Dengan penguatan sistem dan peremajaan pembangkit tersebut, PLN diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik serta meminimalkan risiko terjadinya gangguan serupa di kemudian hari.
“Masyarakat Karimun yang terdampak blackout pun diharapkan dapat mengikuti informasi resmi dari PLN dan bersabar hingga seluruh tahapan verifikasi selesai,” pintanya.
Ahmad menegaskan, sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), setiap proses yang berkaitan dengan pemberian kompensasi harus dilakukan secara cermat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Karena kami ini BUMN, tentu setiap langkah yang diambil harus penuh kehati-hatian agar bisa dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan masalah nantinya,” tandas Ahmad.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























