WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, berdaya saing, dan mampu menghadapi persaingan global. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Tzu Chi School Batam di kawasan Tanjung Uma, RW 09, Kecamatan Lubuk Baja, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra serta tokoh Sugianto Kusuma alias Aguan.
Amsakar mengatakan, kemajuan suatu negara tidak terlepas dari keseriusan dalam membangun kualitas pendidikan dan menyiapkan SDM sejak dini. Menurutnya, negara-negara maju telah merancang investasi pendidikan dan pengembangan SDM jauh sebelum mencapai posisi seperti saat ini.
“Kita melihat negara-negara maju yang sekarang menjadi negara hebat. Mereka telah mendesain pembangunan SDM sejak satu atau dua dekade sebelumnya sehingga memiliki daya kompetitif, kemampuan bersaing di kancah global, dan mampu mewarnai konstelasi dunia,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemko Batam bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menjadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Berbagai program telah disiapkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program beasiswa pendidikan tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 48 anak Batam telah menerima beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah penerima berhasil menempuh pendidikan di perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Pemko Batam juga memperkuat akses pendidikan dasar dan menengah melalui program pemberian seragam sekolah gratis bagi peserta didik SD dan SMP, baik sekolah negeri maupun swasta.
Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memberikan kesempatan pendidikan yang lebih merata bagi seluruh anak di Batam.
“Kami ingin memastikan anak-anak Batam memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” katanya.
Selain itu, komitmen pengembangan pendidikan juga diwujudkan melalui rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Kecamatan Galang. Sekolah tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare melalui kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha.
Amsakar menilai, posisi geografis Batam yang strategis dan berdekatan dengan sejumlah negara tetangga menjadi tantangan sekaligus peluang dalam membangun kualitas pendidikan.
Sebagai daerah yang berada di jalur pergaulan internasional, Batam membutuhkan generasi muda yang memiliki wawasan luas, kompetensi mumpuni, serta kesiapan menghadapi persaingan lintas negara.
Karena itu, ia mendorong agar orientasi pendidikan di Batam tidak hanya terpaku pada kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menyiapkan peserta didik menghadapi perkembangan dan persaingan dunia.
“Pendidikan kita sudah harus melewati batas negara. Karena Batam berada pada posisi geografis yang strategis dan berdekatan dengan negara tetangga, wawasan pendidikan kita harus berorientasi global,” ungkapnya.
Sementara itu, Chief of Tzu Chi School, Caroline Wijanarko, mengatakan pembangunan Tzu Chi School Batam berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan investasi penting dalam membentuk masa depan generasi mendatang.
Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan suatu daerah maupun negara. Kehadiran institusi pendidikan tersebut di Batam diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas SDM.
“Pendidikan adalah proyek harapan bagi masa depan. Ketika kita ingin memajukan nasib sebuah negara, sebuah daerah, dan menciptakan masa depan yang gemilang, pendidikan menjadi landasan utamanya,” ujarnya.
Peletakan batu pertama Tzu Chi School Batam menjadi langkah awal pembangunan fasilitas pendidikan baru di Kota Batam. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kompetensi.
Melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, Batam diharapkan mampu membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki daya saing untuk mengambil peran di tingkat nasional maupun internasional.
Profil Tzu Chi School
Tzu Chi School merupakan institusi pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Sekolah ini mengusung konsep pendidikan humanis (Ren Wen) yang memadukan pengembangan kemampuan akademis dengan pembentukan karakter, moral, kepedulian sosial, dan nilai-nilai cinta kasih.
Pendidikan Tzu Chi berlandaskan empat nilai utama, yakni cinta kasih, welas asih, sukacita, dan memberi tanpa pamrih. Filosofi pendidikannya menekankan pentingnya membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, memiliki rasa syukur, saling menghormati, serta peduli terhadap sesama.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia+1
Tzu Chi School Indonesia mulai beroperasi pada 10 Juli 2011 untuk jenjang pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar. Dalam perkembangannya, institusi ini memperluas layanan pendidikan hingga jenjang sekolah menengah. Sistem pembelajarannya menggabungkan kurikulum nasional dengan pendekatan pendidikan internasional, termasuk Cambridge dan International Baccalaureate (IB) pada jenjang tertentu.
Editor: Dedy Suwadha




























