WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Tim Gugus Tugas Covid-19 menjemput 3 orang warga perumahan Sakura Garden Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batuampar, Batam, yang diketahui positif terpapar untuk di isolasi. Penjemputan ini bagian dari gerak cepat tim Covid agar pasien positif Covid yang isolasi di rumah terpantau dan jalani isolasi di Asrama Haji Batam Centre, Rabu 27 Mai 2021.
Kepala UPT PuskesmasTanjungsengkuang, drg Irma Solvia, mengatakan ketiga warga Perumahan Sakura Garden itu berjenis kelamin perempuan yang sudah dinyatakan positif Covid-19 sejak beberapa hari lalu usai dilakukan tracing (penelusuran).
“Ada tiga orang. Rencananya kita bawa ke Asrama Haji. Emang sudah positif, menurut catatan, beda-beda. Ketiga-tiganya perempuan semua,” kata drg Irma di lokasi.
Ia juga menjelaskan, ini dilakukan atas keputusan yang sudah ditetapkan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bahwa, tidak ada lagi isolasi mandiri di rumah.
BACA JUGA : Tiga Bulan Pimpin Kepri, Ansar Ahmad Fokus Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Covid 19
“Di Asrama Haji. Tidak ada lagi isolasi mandiri di rumah. Jadi ya kita bawa, walaupun hanya beberapa hari kan, kemungkinan menyebarkan kan bisa aja terjadi. Makanya, secepatnya dibawa saja, begitu ada tempat,” tutupnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, Pemko Batam memusatkan isolasi mandiri di Asrama Haji.
“Keputusan ini sudah ditetapkan Pak Wali (Wali Kota Batam, Muhammad Rudi),” kata Amsakar saat meresmikan Pos Komandan (Posko) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, Tiban Mas, Sekupang, Batam, pada Selasa (25/5/2021).
Amsakar mengungkapkan, hingga saat ini, terdata 700 orang isolasi mandiri di rumah masing-masing. Namun, pemerintah akan turun tangan agar isolasi benar-benar dijalankan.
“Sehingga ditetapkan Asrama Haji dijadikan Pusat Isolasi Mandiri Terpadu,” ujarnya.
Dengan isolasi terpusat tersebut, kata Amsakar, penanganan masyarakat yang menjalankan isolasi mandiri dapat terkontrol dan penanganan lebih mudah.
“Kalau isolasi mandiri di rumah, kita khawatir nanti mereka tetap beraktivitas di luar. Untuk Orang Tanpa Gelaja dibawa ke asrama haji dan yang bergejala dibawa ke rumah sakit,” katanya.(*)
Kiriman : Marina
































