Home Politik Berebut Suara Pilpres 2024 di Jawa Timur: Capres Saling Rangkul Tokoh dan...

Berebut Suara Pilpres 2024 di Jawa Timur: Capres Saling Rangkul Tokoh dan Kiai

Berebut Suara Pilpres 2024 di Jawa Timur: Capres Saling Rangkul Tokoh dan Kiai
Capres-cawapres saling berebut suara di Jawa Timur dalam Pilpres 2024 (ilustrasi)
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

JAWA TIMUR – Saling berebut suara Pilpres 2024 di Jawa Timur. Pasangan Capres-cawapres saling merangkul tokoh dan kiai untuk memperebutkan suara 31,4 juta pemilih.

Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) nomor urut 1 mendapatkan dukungan dari sejumlah pondok pesantren, termasuk Ponpes Lirboyo Kediri.

Cak Imin, yang berasal dari Jombang, memiliki basis suara yang solid. Sementara PKB, partainya, merupakan runner-up di Jatim pada Pemilu 2019.

BACA JUGA: Harga Emas Batangan Antam Turun Rp2.000: Harga Emas Galeri 24 Lebih Murah

Pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming mendapat kekuatan tambahan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa, yang akan menjadi juru kampanye nasional.

Khofifah, bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, memberikan dukungan sejak awal. Mereka juga memiliki dukungan Susilo Bambang Yudhoyono yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur.

Sementara itu, pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD didukung oleh Cawapres Mahfud, yang merupakan orang Madura, dan Yenny Wahid, putri Gus Dur. PDIP, partai mereka, juga memenangkan Jatim pada Pemilu 2019.

Survei terkini menunjukkan Prabowo-Gibran unggul di Jatim. LSI mencatat elektabilitas mereka sebesar 46,7 persen, sementara Ganjar-Mahfud MD 26,6 persen, dan Anies-Cak Imin 16,2 persen.

BACA JUGA: Siaga Gunung Marapi: Sumbar Antisipasi Potensi Erupsi dengan Langkah-Langkah Mitigasi

Survei Indikator juga menunjukkan Prabowo-Gibran dengan elektabilitas 49 persen, Ganjar-Mahfud 30 persen, dan Anies-Cak Imin 16,2 persen.

Perang Pengaruh, Khofifah, Yenni Wahid dan Cak Imin

Menurut analis komunikasi politik Universitas Brawijaya, Verdy Firmantoro, tiga faktor menentukan perolehan suara di Jatim dalam Pilpres 2024: tokoh elektoral, mesin partai politik, dan dukungan kiai pentolan. Khofifah dianggap memiliki elektoral paling kuat di antara tokoh tersebut.

Dalam hal mesin partai politik, PDIP dan PKB dianggap sebagai kekuatan besar di Jatim.

Meski Gerindra tak bisa diabaikan, PDIP dan PKB memiliki basis besar yang secara rutin menguasai Jatim dari pemilu ke pemilu.

Dilansir cnnindonesia, Kamis (11/1/2024), Verdy berpendapat bahwa Prabowo-Gibran masih unggul di Jatim. Pasangan ini memiliki semua variabel penentu, termasuk tokoh elektabilitas (Khofifah), mesin parpol, dan dukungan kiai khos.

BACA JUGA: Kapolda Riau dan Danrem 031/Wira Kunjungi Korban Banjir Rokan Hulu: Berikan Bantuan dan Semangat

Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Padjadjaran, Idil Akbar, melihat dilema dalam menilai paslon terkuat di Jatim. Meskipun Prabowo-Gibran diuntungkan dengan keberadaan Khofifah, Cak Imin dan Yenny juga memiliki kekuatan di kalangan NU kultural.

“Tapi posisi Yenny juga tidak bisa diremehkan karena tentu terutama dari sisi GusDurian, orang-orang yang memandang Yenny sebagai trah Gus Dur, itu juga masih kuat,” kata Idil.

Dinamika politik di Jatim menjadi menarik seiring dengan kompetisi sengit di antara pasangan capres-cawapres yang bersaing untuk meraih dukungan di provinsi ini. Mereka saling berebut suara Pilpres 2024. (*)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp