
WARTAKEPRI.co.id, PANGKALPINANG – PT Timah Tbk terus konsisten melaksanakan reklamasi laut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau.
Sejumlah langkah dilakukan perusahaan untuk menjaga ekosistem pesisir, seperti artificial reef hingga restocking biota laut.
Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk Anggi Siahaan menjelaskan, sejak tahun 2016 hingga 2024, PT Timah Tbk telah menenggelamkan ribuan artificial reef dan fish shelter diberbagai titik perairan Bangka Belitung.
“Habitat buatan ini terbukti mampu menjadi tempat tumbuh kembang terumbu karang dan rumah bagi ikan, sehingga membantu meningkatkan kembali populasi biota laut,” terang Anggi, Kamis, 11 September 2025.
“PT Timah juga melakukan transplantasi karang, penanaman mangrove serta restocking kepiting bakau yang dilaksanakan Provinsi Kepulauan Riau,” tambah Anggi.
Upaya tersebut kata Anggi tidak hanya berfungsi memulihkan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang merasakan peningkatan hasil tangkapan.
“Medio Januari-Juni 2025, Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini telah melaksanakan program reklamasi laut seperti merestocking 4.012 ekor cumi, restocking kepiting bakau sebanyak 1.400 ekor, memasang penahan abrasi sepanjang 250 meter hingga menanam mangrove seluas 1,5 hektar,” beber Anggi.
Dalam melaksanakan reklamasi laut, masih kata Anggi, PT Timah Tbk telah memberdayakan masyarakat di wilayah operasional dan juga pemerintah daerah.
“Melalui program reklamasi, laut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Anggi berujar bahwa, reklamasi laut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip pertambangan berkelanjutan.
Upaya ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait poin ekosistem laut dan aksi iklim.
“Reklamasi laut menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan untuk melaksanakan praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan. Reklamasi bukan hanya sekadar tanggung jawab tapi, namun juga upaya bersama untuk menjaga ekosistem pesisir,” tutur Anggi.
Anggi menambahkan, selain melaksanakan reklamasi laut, PT Timah juga melaksanakan reklamasi darat dalam bentuk revegetasi dan penghijauan yang dilaksanakan di lahan bekas tambang.
“Program reklamasi laut PT Timah telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran terumbu buatan dan coral garden tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga meningkatkan hasil tangkapan dan membuka peluang bagi pengembangan wisata bahari di Bangka Belitung,” imbuhnya.
Sementara itu, Dosen Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Bangka Belitung, Indra Ambalika Syari mengatakan, PT Timah merupakan pionir dalam melaksanakan reklamasi laut.
Menurutnya, program reklamasi laut yang dilakukan oleh PT Timah Tbk seperti artificial reef ini, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir. Coral garden yang ditenggelamkan bahkan telah menjadi habitat alami.
“PT Timah melaksanakan penambangan di laut dan telah menunjukkan perhatiannya terhadap ekosistem laut, tidak hanya menambang, namun melaksanakan rehabilitasi laut melalui reklamasi,” kata Indra.
Indra menyebut, PT Timah Tbk merupakan perintis atau pionir dalam melaksanakan reklamasi laut, sehingga perusahaan tambang lainnya meskipun belum signifikan juga sudah mulai melaksanakan reklamasi.
Inisiatif reklamasi laut yang dilakukan oleh PT Timah Tbk merupakan upaya untuk menjaga ekosistem laut dan pesisir berkelanjutan.
“Dengan inisiatif awal dari PT Timah Tbk melakukan reklamasi laut, menjadi role model bagi perusahaan tambang lain untuk ikut bertanggung jawab terhadap ekosistem laut dengan reklamasi,” katanya.
Indra menilai, reklamasi laut yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat lokal tidak hanya memberikan dampak pada ekosistem, tapi juga perekonomi masyarakat.
“Melalui program reklamasi laut, PT Timah Tbk berusaha menghadirkan kembali kehidupan bawah laut. Reklamasi laut menjadi jembatan antara aktivitas industri dan keberlanjutan lingkungan demi memastikan ekosistem tetap hidup, seimbang dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.(Aman)





























