WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Berkunjung ke Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, tak lengkap rasanya tanpa menyusuri jejak sejarah Kesultanan Melayu yang masih terawat hingga kini.
Salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi adalah Masjid Jami’ Sultan Lingga, bangunan bersejarah yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menyimpan kisah panjang perjalanan Kesultanan Melayu di Pulau Lingga.
Masjid Jami’ Sultan Lingga bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga saksi bisu perjalanan Kesultanan Lingga yang pernah berjaya di kawasan ini.
Masjid ini memiliki akar sejarah sejak masa pemerintahan Sultan Mahmud Riayat Syah, ketika pusat Kesultanan dipindahkan dari Hulu Riau ke Pulau Lingga pada 24 Juli 1787. Perpindahan tersebut menjadikan Lingga sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat aktivitas keagamaan.
Seiring waktu, bangunan awal masjid yang sebagian besar terbuat dari kayu mengalami kerusakan. Pada masa selanjutnya, Sultan Abdurrahman Muazzam Syah membangun kembali masjid di lokasi yang sama. Bangunan inilah yang kini dikenal sebagai Masjid Jami’ Sultan Lingga dan masih berdiri kokoh hingga hari ini di Kampung Masjid, berhadapan dengan Kampung Tembaga.
Memasuki kawasan masjid, wisatawan akan menemukan suasana yang tenang dengan nuansa sejarah yang begitu kuat. Bangunannya mungkin terlihat sederhana, namun setiap sudutnya menyimpan cerita tentang kehidupan masyarakat Melayu pada masa lampau.
Salah satu peninggalan yang menarik perhatian adalah mimbar berukir khas Melayu dan skrin atau dinding pembatas yang diperkirakan berasal dari sekitar akhir abad ke-18. Detail ukiran tersebut menjadi gambaran tingginya nilai seni dan budaya Melayu pada zamannya.
Keunikan lainnya terlihat pada ruang utama masjid yang tidak menggunakan tiang penyangga di bagian tengah. Bagi masyarakat setempat, bentuk tersebut juga memiliki filosofi tersendiri, yakni menggambarkan bahwa kekuatan sebuah masjid tidak hanya terletak pada bangunannya, tetapi juga pada kebersamaan umat yang menghidupkannya.
Menyimpan Jejak Para Sultan
Pesona Masjid Jami’ Sultan Lingga semakin kuat karena kawasan di belakang masjid juga menyimpan kompleks pemakaman tokoh-tokoh penting Kesultanan Lingga.
Di kawasan tersebut terdapat makam Sultan Mahmud Riayat Syah yang dikenal dengan gelar Marhum Masjid, beserta sejumlah zuriatnya. Makam Encik Maryam, permaisuri Sultan Mahmud sekaligus ibunda Sultan Abdurrahman, juga berada di kawasan tersebut.
Tak jauh dari bangunan utama, wisatawan juga dapat melihat kolam wudhu bersejarah yang masih menjadi bagian dari kawasan masjid. Fasilitas pendukung berupa kolah atau tempat pembilas kaki disebut dibangun sekitar dekade 1930-an oleh Orang Kaya Gelam Haji Samad.
Masjid ini juga memiliki nilai penting dalam perkembangan Islam di Lingga. Selain digunakan untuk salat berjamaah, Jumat dan hari raya, masjid pada masa lalu turut menjadi tempat pendidikan agama, termasuk pengajaran Al-Qur’an dan bahasa Arab Melayu.
Kini, Masjid Jami’ Sultan Lingga telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat Provinsi Kepulauan Riau, sehingga keberadaannya menjadi bagian penting dari upaya menjaga warisan sejarah dan budaya daerah.
Wisata Religi yang Sarat Cerita
Bagi wisatawan yang menyukai perjalanan sejarah, Masjid Jami’ Sultan Lingga menawarkan pengalaman yang berbeda. Destinasi ini bukan sekadar tempat untuk melihat bangunan tua, tetapi juga ruang untuk mengenal lebih dekat perjalanan Kesultanan Melayu, perkembangan Islam, serta budaya masyarakat Lingga.
Pulau Lingga sendiri memiliki banyak peninggalan sejarah lainnya, termasuk kompleks kesultanan, makam tokoh kerajaan, serta manuskrip Al-Qur’an yang menjadi bagian dari kekayaan warisan Islam di wilayah tersebut.
Dengan suasana Daik yang tenang dan jejak sejarah yang masih terasa kuat, perjalanan menuju Masjid Jami’ Sultan Lingga bisa menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata religi, sejarah dan budaya dalam satu perjalanan.
Jadi, saat berkunjung ke Lingga, sempatkanlah melangkahkan kaki ke Masjid Jami’ Sultan Lingga. Di balik kesederhanaan bangunannya, tersimpan cerita besar tentang kejayaan Kesultanan Melayu yang pernah menjadikan Pulau Lingga sebagai salah satu pusat peradaban di kawasan Kepulauan Riau.(*)
Berikut ini Video Jejak sejarahnya:
Editor Dedy Suwadha


























