WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Sebanyak 126 regu ambil bagian dalam Gerak Jalan Proklamasi 45 Kilometer yang digelar di Kota Tanjungpinang, Sabtu (29/8/2026) malam.
Peserta menempuh rute panjang dari Bundaran Monumen Provinsi Kepri di Dompak hingga garis finis di Pelataran Tugu Sirih. Perjalanan tersebut ditargetkan berlangsung selama 9 jam 30 menit.
Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, KPLP, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga masyarakat umum.
Gerak jalan tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekretaris Daerah Zulhidayat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Saat melepas peserta, Lis mengingatkan seluruh regu untuk menjaga sportivitas dan keselamatan selama menempuh rute.
Menurutnya, Gerak Jalan Proklamasi merupakan tradisi yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun di Tanjungpinang. Karena itu, kegiatan tersebut harus tetap menjadi ajang olahraga dan kebersamaan, bukan tempat untuk mencari perselisihan.
“Jangan sampai ada saling potong-memotong yang dapat menimbulkan dampak yang kurang baik,” kata Lis.
Untuk mendukung kelancaran peserta, panitia membagi perjalanan sepanjang 45 kilometer tersebut menjadi dua etape, dengan titik istirahat di Lapangan Dishub dan Lapangan Pamedan.
Panitia juga memberikan dispensasi waktu selama satu jam kepada peserta untuk melaksanakan salat Subuh, mulai pukul 04.45 hingga 05.45 WIB. Waktu istirahat untuk ibadah tersebut tidak masuk dalam penilaian.
“Salat Subuh tidak dihitung waktunya,” ujar Lis.
Selain kepada peserta, Lis turut mengimbau masyarakat yang ikut mengiringi maupun menyaksikan kegiatan agar tidak mengganggu perjalanan regu. Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan sepanjang rute.
“Jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.
Pemko Tanjungpinang berharap Gerak Jalan Proklamasi 45 Kilometer tidak sekadar menjadi agenda tahunan untuk mempertahankan tradisi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Ramainya peserta dan masyarakat di sepanjang rute diharapkan turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan aktivitas perdagangan selama kegiatan berlangsung.(Yadi)






























