NATUNA – Di perairan terbuka Laut Natuna Utara, sebuah kapal perang abu-abu melaju perlahan mengikuti jalur survei yang telah direncanakan. KRI Pollux-935, kapal bantu hidrografi TNI Angkatan Laut, tengah menjalankan misi memperbarui peta laut di kawasan strategis perbatasan Indonesia.
Di atas geladak kapal, Komandan KRI Pollux-935 Letkol Laut (P) Danar Judas Pratama, M.Tr.Opsla, menerima wawancara dan memaparkan secara rinci makna tugas ini, tantangan yang dihadapi, serta peran survei hidrografi dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Ketika ditanya tentang misi utama KRI Pollux-935 di Laut Natuna Utara, Danar menjawab dengan tegas.

“Misi utama KRI Pollux adalah melaksanakan survei hidrografi dengan tujuan utama memperbarui peta laut yang digunakan para pelaut yang melintas di wilayah ini, khususnya perairan di timur Pulau Laut, Natuna,” ujarnya, Kamis (18/9/2026).
Urgensi tugas ini bersumber dari sifat dinamis lingkungan laut. Topografi dasar laut dapat berubah akibat sedimentasi dan aktivitas geologis, sehingga data kedalaman pada peta lama berpotensi tidak lagi akurat. Bagi kapal niaga dan nelayan yang melintasi jalur strategis ini, peta yang kedaluwarsa berarti risiko keselamatan.
Batimetri, Pasang Surut, dan Verifikasi Sarana Navigasi
Survei hidrografi jauh lebih luas dari sekadar “mengukur kedalaman”. Danar menjelaskan bahwa data batimetri menjadi prioritas, namun harus dikoreksi dengan data pasang surut agar menghasilkan kedalaman yang akurat.
Untuk itu, tim survei tiga personel ditempatkan di Dermaga Tanjung Pala guna melaksanakan pengamatan pasang surut selama 24 jam. Pengamatan berkelanjutan ini krusial untuk mengonversi nilai kedalaman sesaat menjadi kedalaman standar pada datum peta laut.
Pada saat yang sama, tim juga melaksanakan pengecekan dan verifikasi sarana bantu navigasi pelayaran, termasuk suar dan posisi dermaga di Tanjung Pala serta sekitarnya. Pekerjaan yang tampak sederhana ini merupakan fondasi keselamatan pelayaran.
Ditanya bagaimana hasil survei memperkuat kedaulatan Indonesia di Natuna, Danar menjelaskan dari sisi dampak nyata, bukan sekadar slogan.
“Tujuan utamanya adalah memperbarui peta. Dengan peta laut yang lebih mutakhir, para pelaut baik dari TNI Angkatan Laut maupun masyarakat umum dapat berlayar lebih aman,” katanya.
Logikanya jelas: semakin aman pelayaran, semakin ramai lalu lintas laut; semakin ramai aktivitas, semakin meningkat pula pengamanan di wilayah Natuna Utara. Dengan kata lain, survei hidrografi tidak hanya menyediakan data teknis, tetapi juga menciptakan prasyarat bagi pemanfaatan laut yang tertib dan sah.
Melaksanakan survei hidrografi bukan perkara mudah. Kondisi geografis Laut Natuna yang terbuka menjadikan cuaca faktor dominan.
“Tantangan terbesar adalah kondisi geografis perairan Natuna yang cukup terbuka, sehingga cuaca sangat menentukan kelancaran tugas,” aku Danar. Survei batimetri menuntut kapal mengikuti lajur yang telah direncanakan. Jika arah gelombang atau angin tidak sejalan dengan lajur tersebut, navigasi menjadi sulit dan akurasi pengukuran terganggu.
KRI Pollux-935 sendiri merupakan cerminan kemajuan industri pertahanan dalam negeri. Kapal tipe PC-40 ini dibangun oleh PT Karimun Anugerah Sejati di Batam dan resmi bertugas pada Agustus 2021, di bawah komando Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
Berukuran panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter, bobot penuh 220 ton, dan kecepatan maksimum 27 knot, kapal ini mampu mengangkut 37 awak. Sebagai kapal bantu hidrografi (BHO), ia dilengkapi senjata 30 mm dan 12,7 mm, namun “senjata” utamanya adalah sensor survei hidrografi.
Kehadirannya menandai langkah nyata Indonesia dalam mempertahankan kemampuan survei hidrografi secara mandiri, yang sebelumnya lebih banyak bergantung pada pengadaan luar negeri.
Meski merupakan kapal perang, Danar menyatakan keterbukaan terhadap interaksi dengan masyarakat setempat.
“Sebagai kapal perang, kami siap menerima kunjungan dengan senang hati, khususnya masyarakat setempat,” ujarnya. Ia menilai pemahaman masyarakat tentang kemaritiman sangat penting, terutama di wilayah perbatasan seperti Natuna. Namun, segala bentuk kunjungan atau kolaborasi tetap menyesuaikan perintah pimpinan.
Mengenai situasi keamanan terkini, Danar memberikan penilaian singkat: “Selama KRI Pollux bergiat di perairan Natuna, kondisi keamanan berjalan lancar dan tidak ada pelanggaran yang kami temukan.”
Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Natuna: keberadaan KRI Pollux-935 menunjukkan bahwa TNI Angkatan Laut senantiasa menjaga kedaulatan maritim dan keamanan wilayah perbatasan, sekaligus menjamin keselamatan bernavigasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia mengimbau warga yang memiliki informasi terkait keselamatan navigasi agar tidak ragu menghubungi pos TNI Angkatan Laut terdekat.
Kehadiran KRI Pollux-935 di Natuna bukan operasi tunggal. Danar mengungkapkan bahwa sebelumnya kapal ini telah melaksanakan survei hidrografi di Selat Malaka selama kurang lebih satu bulan, sebelum menerima perintah lanjutan di perairan Natuna.
Mengenai durasi dan tujuan berikutnya, ia menjawab dengan khas seorang prajurit: “Saat ini kami masih fokus di Natuna. Apabila ada perintah lebih lanjut, KRI Pollux siap menyesuaikan.”

Biografi Komandan KRI Pollux-935 :
Nama : Letkol Laut (P) Danar Judas Pratama
Kelahiran : Probolinggo, 26 Oktober 1987
Riwayat Pendidikan :
– Akademi Angkatan Laut Angkatan 54 tahun 2008
– National Institute of Hydrography (NIH), Goa-India tahun 2018
– Sekolah Staf dan Komando TNI AL tahun 2024
Riwayat Jabatan terakhir :
– Kepala Divisi Hidrografi KRI Rigel-933
– Pabandya Kerja Sama Luar Negeri Pushidrosal
– Kepala Departemen Survei gKRI Spica-934
– Komandan Unit Survei-8
Spesialisasi :
– Hydrographer Level A
– ROV Pilot (ECA H-800)
– AUV Pilot (Hugin 1000)
Komandan Sat Tugas Operasi Survei Hidro-Oseanografi :
– Perairan Otoweri-Fakfak, Papua Barat (2025)
– Perairan Selat Bali (2025)
– Perairan Lhokseumawe (2025)
– Survei Morowali Utara (2025)
– Perairan Utara Jakarta (2026)
– Perairan Selat Malaka Bagiab Selatan (2026)
– Perairan Timur Pulau Laut, Natuna (2026)
Pengalaman Tugas Khusus:
– Cawak KRI Rigel-933 (2014)
– Indonesia AUV Observer (MNEX 2016)
– Liaison Officer SAR KRI Nanggala-402 (2021)
– International Hydrographic Organization (IHO) Council (2024)
– SAR KMP Tunu Pratama Jaya (2025)
























