Home Batam Pemko Batam Siap Klarifikasi Berita Hoaxs

Pemko Batam Siap Klarifikasi Berita Hoaxs

WhasApp

WARTAKEPRi.co.id, BATAM – Dinas Komunikasi dan informatika kota Batam melaksanakan kegiatan forum media tingkat Batam dimana tema yang dibahas berkaitan dengan “Peranan Media sebagai pendorong pembangunan dan pendukung kegiatan anti Hoaxs,”.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan Pemko Batam M. Syuzairi MSi di mana beliau hadir menggantikan Walikota Batam yang tidak dapat hadir, juga dihadiri Pemimpin Media Publik Info, Ahmed Kurniawan, ketua PWI Kepri Ramon Dabora dan Kepala Kominfo dan informatika, Salim, S.Sos, M.Si.

Asisten Pemerintahan Pemko Batam M. Syuzairi MSi, menyampaikan, dukungannya terhadap kegitan yang dilakukan sekarang ini, apalagi media ini merupakan alat untuk penyebaran informasi.

“Jadi disini peranan media sangatlah penting,” bebernya.

Apalagi dengan media juga merupakan untuk pemberitahuan tentang dunia usaha yang ada, medialah sebagai penyebar informasinya.

Disebutkannya, agar media dapat bekerja sama dengan pemerintah didalam proses pembangunan yang ada disuatu wilayah, apalagi sebuah informasi sekarang ini merupakan sebuah kebutuhan.

“Untuk peranan media di kota Batam sangat-sangatlah strategis,” bebernya.

Pemimpin Media Publik Info, Ahmed Kurniawan, mengatakan, jumlah pemakai internet di Indonesia 132,7 juta orang, sedangkan untuk pemakai perangkat mobile dan smarfren sebanyak 98,2 juta orang.

“Untuk Indonesia sendiri merupakan peringkat ke 7 dunia didalam pemakaian internet,” tuturnya.

Orang Indonesia suka sosial media, 54 persen media sosial yang digunakan facebook. Adapun isu besar ada tiga yaitu  mengenai sentimen anti cina, sentimen anti islam dan bangkitnya komunisme.

Kewaspadaan terhadap hal tersebut sangatlah penting karena hal ini sangatlah dekat dekat dengan emosional, sehingga sangat mudah dipengaruhi oleh berita-berita hoax.

Ketua PWI Kepri Ramon Dabora, menerangkan, pintu-pintu masuk peemberitaan sekarang ini sudah banyak, sehingga pemberitaan hoaxs pun sangat banyak. Jadi sekarang  ini tergantung masyarakatnya, masyarakat harus pandai didalam memilah-milah berita.

“Ini juga tergantung pemerintahannya bila pemerintahannya lemah akan mudah dibuat oknum-oknum tertentu tentang pemberitaan hoaxs,” sebutnya.(makmur)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026