WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dampak kondisi kelangkaan garam sudah mulai terasa di Batam, di mana beberapa tempat penjualan garam juga mulai mengalami kenaikan.
Pedagang Botania 1 Asti, mengatakan, memang kondisi garam lagi langka, dari distributornya aja cuma dapat sedikit.
“Kelangkaan ini bukan toko kami saja yang merasakan, toko yang lainnya juga merasakan,” bebernya.
Disebutkannya, tentunya kesediaan garam yang ada sekarang untuk pelanggan saja masih kurang, pedagang tersebut kebutuhan penjualan garam juga berkurang stoknya pun tidak ada.
Selain itu pedagang kebutuhan sembako keliling, mengatakan, awalnya garam harga Rp 1000 naik menjadi Rp 1500, minggu depan bisa jadi harga garam menjadi Rp 2000.
“Kenaikan garam tersebut sekarang ini mengalami kenaikan 50 persen, minggu depan ini akan mengalami kenaikan 100 persen,” ungkapnya.
Kelangkaan ini juga dirasakan warga Batam, Novi, menjelaskan, dengan kelangkaan garam ini sangat menghawatirkan, karena garam merupakan kebutuhan pokok.
“Setiap masakan membutuhkan garam,” terangnya.
Warga lainnya, Agus, mengungkapkan, sudah ekonomi Batam merosoy, ditambah lagi dengan garam yang langka, itu tentu membuat para penjual makanan terkendala.
“Ngak da garam nanti air laut dibuat pengganti garam,” ucapnya dengan bercanda.(adit)


























