WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Semenjak diberlakukannya pengurangan akses transportasi laut oleh pemerintah daerah kabupaten kepulauan Anambas, misalnya seperti kapal KM Sabuk Nusantara atau yang biasa di sebut oleh masyarakat Anambas kapal perintis ke wilayah Kepulauan Anambas, serta kapal MV. Seven Star Island dari Tanjunginang beberapa stok kebutuhan masyarakat seperti cabai merah, dan tomat, serta beberapa komoditi kebutuhan pokok lainnya kosong di Pasar Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Anambas (Tarempa).
Pantauan di lapangan tepatnya dipasar Inpres, jalan Hangtuah Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan sejumlah pedagang terlihat tidak menjual cabai merah dan tomat dikarenakan kapal yang biasanya membawa cabai merah dari Tanjungpinang tidak masuk lagi, lantaran kapal yang biasanya membawa cabai dan tomat serta kebutuhan lainnya tidak lagi beroperasi ke Anambas, hal itu atas kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah dengan DPRD Anambas di rapat beberapa waktu lalu, hingga waktu yang belum ditentukan.
Dahlia Harisa Kabid Perdagangan Disprindagkop Kabupaten Kepulauan Anambas membenarkan hal itu, bahwa cabai merah dan tomat memang putus karena barang itu semua dari Tanjunginang, sementara kapal Ferry MV. Seven Star Island dan Sabuk Nusantara yang biasanya berlayar sementara tidak masuk dianambas.
“nah itu dia akhirnya beberapa item jadi langka bahkan kosong dan alhamdulillah untuk sayur mayur lainnya tersedia di Anambas, kalau mengenai Cabai merah ia mengatakan bahwa di Anambas sendiri, ada yang nanam tapi tak banyak sampai dipasarpun hanya sebentar sudah habis, ia juga berharap agar Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas agar memberikan masukan kepada para petani untuk lebih banyak menanam cabai merah panjang” ucap Dahlia Harisa
Sementara itu Effi Sjuhairi Kadis Perikanan Pertanian dan Pangan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan bahwa di Pulau Siantan tidak ada yang bercocok tanam cabai merah, yang ada hanya di Pulau Jemaja dan Jemaja Timur, saat ini ada sekitar 2 hektar yang di tanam masyarakat, kemungkinan minggu depan ini panen.
Ia enggan memberikan berapa jumlah petani cabai yang ada di Anambas, semua petani di Anambas pasti nanam cabe merah, apa lagi setelah panen padi, biasanya ada yang nanam Cabai dan lain lain, sambil menunggu priode nanam padi berikut.
Kalau 2 hektar lahan, nantinya lebih kurang 40 sampai 45 kwintal menghasilkan Cabai siap di distribusikan ke pasar, insyaallah minggu depan petani kita baru panen, nanti bisa disalurkan, biasanya cabai Siantan juga datangnya dari Pulau Jemaja Timur juga.
Untuk Pulau Siantan sendiri, di bulan Januari kemarin ada sejumlah petani kita yang tanam sekitar 1 hektar dan panen, namun hasilnya kurang baik, sehingga hasil panennya hanya sekitar 7 kwintal saja, sampi hari ini belum nanam lagi.tutup Effi Sjuhairi.(Rama).
Editor : Dedy Suwadha































