WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Wabah virus Corona belum berhenti, hingga memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H/ 2020. Sejumlah warga pun turut berbagi melalui komunitas untuk mengumpulkan bantuan. Seperti yang yang dilakukan oleh komunitas Jurnalis Karimun, berbagi suka dan duka dalam pandemi Coronavirus Disease (COVID-19).
Aksi solidaritas tanpa batas, berupa bakti sosial memberikan paket sembako terdiri dari beras, minyak sayur, gula pasir, telur, dan Mie instan, Kamis (23/4/2020).
“Ditengah pandemi virus corona, anggota Jurnalis Karimun mengumpulkan dana beserta para donatur, untuk selanjutnya dibelanjakan berupa paket sembako, agar dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelas Kepala Seksi Bidang Sosial, Ricky Robiansyah.
Dirinya menuturkan, bersama rekan-rekan Jurnalis lainnya pada tahun-tahun lalu, juga rutin melaksanakan bakti sosial berupa pemberian paket sembako.
“Terima kasih kepada teman-teman dan para donatur, yang sudah mengumpulkan serta menyisihkan dana, untuk selanjutnya diserahkan kepada orang yang membutuhkan, dimana virus corona ini sangat berpengaruh terhadap masyarakat kecil,” pungkasnya.
Ungkap Jurnalis Sindo ini, selain aksi solidaritas tersebut dengan melakukan penyaluran paket sembako, juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1441 H/ 2020.
“Dengan menyalurkan paket sembako sebanyak 34 paket, di wilayah Kecamatan Meral, Kecamatan Tebing serta Kecamatan Karimun,” katanya.
Tidak hanya sampai disitu, Komunitas Jurnalis yang dibentuk pada tahun 2016 tersebut juga menyalurkan bantuan sembako kepada para korban kebakaran yang terjadi pada Senin (30/3/2020) lalu, di jalan A. Yani Pintu Air, Kolong, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Salah satu warga RT. 04, RW. 03 Kecamatan Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, penerima bantuan paket sembako yang mengalami musibah kebakaran, Djumilatin (55), menyampaikan ucapan terimakasih kepada Jurnalis Karimun atas bantuannya.
“Sangat terbantu bagi saya yang hidup sebatang kara, semoga amal dan kebaikan ini Allah SWT yang akan membalasnya,” kata wanita yang mengalami kerugian mencapai Rp. 50 juta, asal Pacitan Jawa Timur ini.
Reporter : Aziz Maulana





























