WARTAKEPRI.co.id BATAM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau menghimbau para calon kepala daerah yang akan bertarung pada kontestasi Pilkada 2020 mendatang untuk serius Menyusun konsep pembangunan ekonomi pasca Covid-19.
Mulyana Aling, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Luar Negeri Kadin Provinsi Kepulauan Riau, mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun nanti bakal melambat dan bahkan mencapai angka negative.
“Kondisi yang sama juga bakal dihadapi oleh Kepri akibat berbagai indicator ekonomi yang terkontraksi negative akibat virus corona. Ini harus dipikirkan Bersama termasuk oleh calon kepala daerah yang nanti akan bertarung dalam Pilkada 2020 mendatang,” ujarnya.
Dia mengajak seluruh stakeholder baik kepala daerah incumbent maupun calon kepala daerah (Cakada) untuk mulai serius menyusun konsep pembangunan ekonomi pasca Covid di Provinsi Kepulauan Riau dengan mulai melakukan pemetaan peluang dan ancaman sampai dengan tahun depan.
Pilkada 2020 nanti harus menjadi pendorong bagi seluruh calon kepala daerah untuk memiliki konsep pemulihan dan kebangkitan ekonomi Kepri pada 4 tahun ke depan.
Menurut Aling, salah satu solusi yang ditawarkan Kadin Provinsi Kepri untuk mengatasi kemerosotan ekonomi saat ini adalah dengan program BBK Murah yaitu sebuah program stimulus berupa gratis sewa lahan selama lima tahun di Batam Bintan Karimun, dan menjamin biaya murah untuk pengurusan perizinan dan pajak retribusi.
“Kami mengharapkan dukungan pemerintah daerah setempat terhadap kesuksesan program tersebut terutama dalam upaya menjaring calon investor asal AS dan Jepang yang berencana untuk relokasi dari China,” papar Aling.
Dibandingkan Kawasan industry lain di Indonesia, BBK jelas lebih siap dengan beragam kelebihan yang tidak dimiliki daerah lain. Hanya saja, lanjut dia, untuk memberikan daya tarik bagi investor tentu tidak cukup dengan gratis sewa lahan saja, melainkan perlu komitmen daerah untuk memberikan insentif lain yang lebih kompetitif.
Salah satu yang menjadi sorotan Kadin Kepri adalah soal pajak retribusi yang dinilai sangat membebani terutama dalam masa pandemic ini. Dunia usaha jelas sangat terdampak akibat Covid sehingga perlu stimulus dari daerah untuk mendapatkan keringanan atau kemudahan dalam pembayaran pajak daerah.
“Sejauh ini kami menilai belum ada upaya serius dari pemerintah daerah untuk mengevaluasi penerapan pajak retribusi selama pandemic ini kepada pengusaha. Padahal dunia usaha masih berharap ada kepedulian pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan bagi pengusaha,” kata Aling.
Program BBK Murah telah diluncurkan pada pertengahan Mei 2020 lalu. Program yang diinisiasi oleh Kadin Provinsi Kepri ini bertujuan memberikan stimulus ekonomi bagi calon investor yang akan masuk ke Kepulauan Riau khususnya Kawasan perdagangan bebas Batam Bintan Karimun.
Salah satu kekuatan program BBK Murah adalah memberikan sewa lahan gratis selama 5 tahun bagi pemodal. Saat ini baru tersedia 30 hektar lahan siap bangun di salah satu Kawasan industry di Batam.
Kadin Provinsi Kepri menargetkan ada sekitar 1.000 – 3.000 hektar lahan siap bangun di BBK untuk para investor dari berbagai sector industri. Namun di Batam sendiri, belum ada lahan hamparan dengan luas di atas 100 hektar yang dimiliki BP Batam. Kalaupun ada, lahan tersebut pasti sudah dalam penguasaan pihak ketiga atau berada di Pulau Rempang – Galang yang saat ini belum termanfaatkan secara optimal.
Namun, lanjut Aling, program tersebut tidak akan memberikan efek apapun jika tidak didukung oleh Pemerintah Provinsi Kepri dan kabupaten/kota di BBK. Sebab, program ini memang membutuhkan komitmen semua stakeholder agar fasilitas dan insentif yang diberikan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan daya saing Kepri sebagai tujuan investasi.
“Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah status Rempang-Galang. Pulau ini potensial menjadi tujuan investasi masa depan jika pemerintah serius untuk memperjelas status pengelolaannya. Kami menghimbau BP Batam dan Pemko Batam untuk menindaklanjuti status pulau Relang ini agar lebih berdaya guna ditengah keterbatasan lahan di Pulau Batam,” tandasnya.
Kadin Provinsi Kepri sendiri, telah mempersiapkan serangkaian program promosi BBK Murah diantaranya menyiapkan website untuk pemasaran, brosur dan material promo, serta rencana roadshow ke Amerika Serikat dan Jepang. Pihaknya telah menyurati mitra Kadin di dua negara tersebut untuk memfasilitasi rencana menjemput calon investor yang relokasi dari China.(r)





























