Komisi III DPR RI akan Panggil Kapolri Terkait Maraknya Arena Gelper di Kepri ‎

498
BATAM, WARTAKEPRI.co.id – Istilah terstruktur, sistematis dan massif (TSM) adalah istilah yang diungkap Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil di Jakarta, untuk mengomentari praktek Judi Gelper di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang. Atas pandangan itu, anggota partai PKS ini meminta pimpinan Polri serius menanganinya.

Natsir prihatin jika melihat berita-berita soal judi di Kepri, terutama di media online. Judi gelper di Batam sudah terstruktuktur, sistematis dan massif, mati satu tumbuh seribu.
” Diduga banyak yang dapat setoran, sehingga aman-aman saja,” kata Natsir seperti dilansir batamtoday, Selasa (15/3/2016),

Menurut Nasir, judi gelper tak kalah berbahayanya seperti narkoba dan terorisme, selain merugikan diri sendiri juga merusak mental masyarakat dan generasi muda. Sehingga kasus judi gelper di perlu dituntaskan dan mendapatkan penanganan serius.

Karena itu, kata Nasir, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti perlu memberikan dorongan secara khusus kepada Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Brigjen Pol Sam Budigusdian agar serius memberantas judi gelper.

Jika dinilai masih tidak serius, mantan Wakil Ketua Komisi III DPR ini mengusulkan agar Badrodin mencopot Sam Budigusdian dari jabatannya sebagai Kapolda Kepri dan mengganti dengan yang baru.

” Saya nggak setuju, kalau Bareskim terus menerus melakukan penggerebekan judi gelper ini. Lebih baik Kapolri mendorong Kapolda Kepri untuk lebih serius lagi dalam memberantas judi gelper ini. Kalau tak serius juga ya dicari pengganti yang baru, Kapoldanya,” ujar Nasir.

Kapolri sebenarnya sudah tahu soal maraknya kasus judi gelper dan sempat dipertanyakan dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR beberapa waktu lalu, tapi  belum dijawab secara memuaskan.

“Kita akan tanyakan lagi dalam persidangan berikutnya, bagaimana tindaklanjut penanganan kasus judi gelper di Batam. Terkesan ada pembiaran dan perlindungan oleh oknum-oknum di Kepri, ini harus dijawab Kapolri pada Rapat Kerja berikutnya,” ungkap Nasir.

“Judi memang kalah populer dari narkoba dan terorisme, tapi judi gelper tak kalah bahayanya dibandingkan narkoba dan terorisme.  Karena itu, Kapolri perlu memetakan daerah mana yang perlu ada instruksi untuk memberantas, atau tidak. Nah, perlu ada instruksi khusus dari Kapolri,” katanya.

Nasir menambahkan, Komisi III DPR sudah berencana melayangkan surat ke Kapolri agar memberikan perhatian khusus terhadap pemberantasan judi gelper , termasuk melakukan penindakan terhadap oknum-oknum yang menjadi becking judi tersebut. (btd/ded)

FANINDO