Zulkarnain: Ada 555 Iman dan Mubaligh Wajib Infak Rp 30 Ribu per Bulan

325

WARTAKEPRI.co.id , BATAM – Terkait pemotongan insentif imam dan mubaligh Kota Batam seperti diberitakan kemarin, membuat Ketua Umum Persatuan Mubaligh Batam (PMB) angkat bicara. Kepada wartakepri.co.id, Selasa (26/4/2016), Ketua Umum PMB, H Zulkarnain Umar menjelaskan bahwa hal itu tidaklah benar adanya.

” Tidak ada terjadi pemotongan, tapi yang benar itu adalah iuran atau infak setiap anggota dalam sebuah organisasi. Itu dilakukan berdasarkan anggaran dasar organisasi PMB, yang merupakan kewajiban setiap anggota untuk membayar iuran”, kata Zulkarnain.

Lebih jauh dijelaskannya, ada 555 orang imam dan mubaligh se-Kota Batam, diwajibkan untuk membayar iuran atau infak tersebut. Dimana pada setiap anggota wajib untuk membayarnya sebesar Rp 30 ribu perbulan, dan itu berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMB.

Kegunaan dari iuran atau infak tersebut adalah untuk melakukan pembinaan mubaligh dan imam, serta beragam kegiatan lainnya. Pembinaan dilakukan bukan di PMB kota saja, tapi di setiap kecamatan di Batam juga perlu dilakukan pembinaan. Itulah kegunaannya, agar semua imam dan mubaligh bisa lebih bermanfaat ditengah masyarakat, paparnya.

Menurutnya, terjadinya pemotongan itu, bukan dengan secara paksa. Karena sebelumnya hal tersebut sudah disosialisasikan kepada semua anggota, dan mereka tidak ada yang protes.

” Mungkin itu anggota tidak paham saja. Potongan yang dibilang Rp 200 ribu itu tidaklah semua dari iuran, tetapi juga ada dikenakan potongan pajak sebesar 5 persen dari jumlah insentifnya. Kalau dihitung-hitung, itu benar kok jumlahnya,” ulasnya

Oleh karena itu, masalah ini sama sekali tidak ada keterkaitannya dengan Pemko. Bahkan kita sangat berterima kasih karena Pemko telah ikut membantu menganggarkan jumlah dana sesuai laporan jumlah anggota yg kita kasihkan, terangnya.(san)

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel