PN Batam Sita Lokasi PT Bandar Abadi Shipyard Tanjung Uncang

1278
PN Batam Sita Lokasi PT Bandar Abadi Shipyard Tanjung Uncang
PN Batam Sita Lokasi PT Bandar Abadi Shipyard Tanjung Uncang

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pengadilan Negeri Batam telah menetapkan putusan jaminan penyitaan barang bergerak maupun tidak bergerak milik PT Bandar Abadi Syipyard Tanjung Uncang, atas gugatan PT Usda Seroja Jaya.

Dalam perkara perdata nomor; 267/Pdt.G/2015/ PN Batam, maka Majelis hakim mengabulkan permohonan Penggugat dalam hal ini PT Usda Seroja Jaya untuk memerintahkan kepada panitera PM Batam melalukan penyitaan berupa; mobil Avanza 1300 E dengan BP 1362 DJ.

Kemudian, mobil Avanza 1300 E dengan BP 1076 DJ, mobil Avanza 1300 AT dengan BP 1594 DN, mobil Fortuner 2.7 G BP 1607 DQ. lalu mobil Truck Tangki BP 9216 DF, mobil Ranger Pickup 2,5 L BP 9342 DX dan mobil mini bus BP 1690 GJ.

Disamping itu, barang yang tidak bergerak seperti tanah seluas 41.060m2 di dua lokasi Yard 1 dan Yard 2 milik PT Bandar Abadi Shipyard. Dengan nomor sertifikat tanah hak guna bangunan no 243 dan 242 Badan Pertanahan Negara (BPN) Batam tanggal 21 November 2006 serta nomor 3620 BPN Batam tanggal 2 Juni 2010.

Majelis hakim yang menetapkan perkara penyitaan ini yang Ketuai Sarah Louis Simanjuntak SH didampingi hakim anggota Jasael Manulang dan Endi Nurindra Putra SH pada tanggal 4 Mei 2016.

BACA JUGA Polisi Ungkap Tarif Pengiriman PMI Ilegal dari Batam ke Malaysia Rp 7,5 Juta

Sementara pada saat dilakukan penyitaan oleh PN Batam tidak satupun Direktur dari PT Bandar Abadi yang menemui dan hanya satu orang staf bernama Lulu.

Lulu menerangkan bahwa putusan sita PN Batam itu salah sasaran karena lokasi penyitaan bukan yang PT BA Yard 2 melainkan PT Bandar Abadi di Yard 1. Ujar Lulu, staf HRD PT Bandar Abadi Syipyard, Kamis (12/5/2016).

Hal yang berbeda dikatakan Jurusita PN Batam, Basaina Ginting SH bahwa hari ini dilakukan hanya sebagai sita jaminan perkara. Namun sangat disayangkan barang bergerak dijumpai dilokasi yang masuk dalam penetapan hanya satu unit mobil Avanza BP 1594 DN. Ungkapnya.

Penasehat Hukum (PH) PT Usda Seroja Jaya, Nasib Siahaan SH dengan tegas mengatakan bahwa PT Bandar Abadi melakukan kelalaian atas kerusakan kapal tungboat Tirta Samudra 27 yang direpairnya. Namun tidak sampai clear kapal tersebut karena saat mau Undocking ternyata rusak.

Atas dasar inilah kami menuntut pada PT Bandar Abadi agar diperbaiki kembali namun hal itu ditolak.

” Sementara kapal tersebut sudah dua tahun dilokasi dan tidak dapat digunakan, sehingga PT Usda Seroja mengalami kerugian yang sangat besar,” tegas Nasib Siahaan.‎ (nik)

Honda Capella

FANINDO