WARTAKEPRI.co.id – Seluruh pecinta olahraga tinju saat ini sedang berkabung menyusul kepergian petinju legendaris Muhammad Ali. Bagi petinju di seantero dunia, Ali merupakan sosok petinju terhebat sepanjang sejarah.
Tak ayal, Ali pun dinobatkan sebagai petarung terbaik di dunia ketika di era keemasannya. Ali hingga kini masih dianggap sebagai petinju kelas berat terhebat sepanjang sejarah. Mendapat julukan ‘The Greatest,’ ia pensiun dengan rekor 56 kemenangan dan 5 kali kalah.
Selain mengucapkan belasungkawa, beberapa petinju dunia pun mengungkapkan betapa hebatnya Ali di mata mereka. Sonny Liston, juara dunia tinju pertama yang harus menyerah dari Ali, menyatakan, peraih medali emas Olimpiade 1960 itu merupakan sosok yang gila.
“Ali merupakan orang yang gila. Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukannya. Dan itu yang ia tunjukkan selama ini,” ujar Sony.
Berbeda dengan Sonny, mantan juara kelas berat, Joe Frazier memiliki pandangan tersendiri terhadap pria yang meninggal pada usia 74 tahun tersebut.
Frazier mengakui jika pertarungannya dengan Ali merupakan duel terbaik di dunia. Duel kedua petinju berlangsung dalam tiga putaran. Yang terkenal di mata publik adalah laga ketiga yang kerap disebut sebagai “Thrilla in Manila”.
“Di Manilla, saya bukan ingin mengalahkannya, tapi ingin merobek jantungnya,” kata Frazier. “Saya menghantamnya dengan pukulan yang bisa merobohkan tembok suatu kota. Ya Tuhan, ia adalah seorang juara yang luar biasa,” ujar Frazier seusai pertempuran di Manila yang dimenangkan Ali.
George Foreman, petinju yang juga menjalani pertarungan hebat dengan Ali. Laga keduanya dikenal dengan sebutan “Rumble In the Jungle”.
“Muhammad (Ali) membuat saya terkesan, saya akui itu. Dia lebih jauh lebih unggul. Pada malam itu, dia merupakan petinju yang lebih baik di atas ring,” ujar George Foreman setelah kalah dalam duel yang berlangsung di Kinshasa, Zaire, 1974 itu.
Sementara itu, legenda tinju lainnya, Floyd Mayweather Jr., yang pensiun dengan status tak terkalahkan, juga mengatakan tidak bisa mengambarkan sosok Muhammad Ali. “Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan yang telah dilakukan Muhammad Ali untuk dunia tinju,” katanya.
(Berbagai Sumber )























