Warga Daik Lingga Kesulitan Melaksanakan Ibadah Puasa Akibat Listrik Sering Mati

721

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Masyarakat Kabupaten Daik Lingga Provinsi Kepri kecewa terhadap sikap PLN yang melakukan pemadaman bergilir dari sebelum masuknya Bulan Suci Ramadhan 1437 H tahun ini. Tak hanya itu, masyarakat juga mengatakan bahwa PLN sering melakukan pemadaman listrik secara mendadak. Kondisi itu, jelas membuat masyarakat Daik Lingga kesulitan dalam menjalani ibadah puasa Ramadan.

Semua pelanggan PLN Daik Lingga protes dengan keadaan tersebut, karena sampai saat ini bulan puasa listrik belum juga normal. Bahkan, ketidaknormalan PLN itu telah berlangsung selama 1 bulan. Kondisi demikian diperparah lagi pada malam pertama menyambut Bulan Ramadhan, listrik mati secara tiba-tiba, ujar Surif seorang warga Daik Lingga, Rabu (8/6/2016).

“Apabila selalu seperti ini, dimungkinkan hingga lebaran Idul Fitri nanti listrik tidak akan berjalan normal di Daik Lingga. Buktinya, mulai tadi malam dan siang masih saja mati mendadak. Kalau terus-terusan begini, kita sangat merasa dirugikan oleh PLN”, ungkapnya.

Honda Capella

Dengan adanya kejadian seperti ini, kata Surif, kami masyarakat telah banyak dirugikan karena banyak alat elektronik yang mengalami kerusakan. Semua itu diakibatkan oleh PLN terlalu sering melakukan pemadaman listrik, dan itu berlangsung secara spontan tidak beraturan.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala PLN Daik Lingga, Johari Nainggolan mengaku bahwa memang sekarang ini terjadi kerusakan terhadap mesin 1 dan 3. Kerusakan yang terjadi pada mesin 1 adalah generatornya, sedangkan untuk mesin 3 saat ini masih dalam pengerjaan bongkar pasang mesin. Oleh karena adanya kerusakan pada 2 mesin tersebut, makanya PLN harus melakukan pemadaman bergilir.

“Sembari menunggu generator mesin sampai ke Daik Lingga, kita masih melakukan pemadaman bergilir. Apabila udah sampai, akan kita pasang, supaya tidak lagi ada pemadaman bergilir pada Bulan Ramadhan”, terangnya.

Tersendatnya pengiriman generator mesin sampai ke Lingga, disebabkan juga oleh keterbatasan transportasi. Bagaimana tidak, seharusnya pada Kamis pekan lalu generator sudah sampai ke Daik Linga. Dikarenakan transportasi tidak ada, kita perlu carter kapal untuk mengantar generator tersebut, ujarnya.

“Sore ini akan kita pasang, supaya jangan ada pemdaman bergilir. Memang masalah transportasi menjadi kendala kita dalam pengiriman alat mesin. Jadi keterlambatan itu terjadi di perjalanan, dan bukan pada pekerjaan”, kata Johari.

Disinggung tentang kenapa masih ada hidup dan mati lampu secara tiba-tiba. Diungkapkannya bahwa hal itu terjadi karena adanya gangguan pada mesin yang secara tiba-tiba tanpa disengaja.

“Gangguan pada mesinlah membuat listrik mati secara tiba-tiba. Jadi masyarakat harus bersabar, dalam waktu dekat listrik kembali normal”, imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar sudah pernah memanggil pihak PLN Daik Lingga dan mempertanyakan persoalan listrik, dengan catatan listrik di wilayah Daik Lingga berjalan normal dan masyarakat tidak terganggu dengan listrik lagi dalam menjalani ibadah Bulan Suci Ramadhan.

“Kita sudah memanggil pihak PLN terkait tidak normalnya listrik di wilayah Daik Lingga. Ramadhan ini kita harap tidak ada lagi pemadaman bergilir, karena masyarakat ingin khusuk menjalankan puasa di Bulan Ramadhan,” kata Muhammad Nizar dalam penyampaian ekspos 100 Hari Kerja Awe-Nizar beberapa waktu lalu. (ichsan/kabarlingga)

FANINDO