Pernah Jadi Murid Berprestasi di Aceh, Maria “Terpaksa” Jadi Pemulung di Batam

497

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pernah menggeluti pekerjaan sebagai pemulung di Kota Batam, menjadikannya seorang perempuan yang kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan. Lahir di Lawe Sigala Aceh Tenggara pada tanggal 17 Juli 1996, Maria Julianti dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sangat sederhana. Anak pertama dari 5 bersaudara ini, sewaktu mengeyam pendidikan SD, dirinya rela banting tulang sebagai pemulung mengumpulkan barang bekas demi membantu kehidupan keluarganya agar bisa membiayai sekolahnya sendiri.

Wanita yang menganut agama Katholik ini, dulunya bersekolah di Sekolah Dasar (SD) Bintang Timur Batuaji Kota Batam. Dilahirkan oleh orang tua yang bernama Ratna Juita Br. Hombing (Ibu), dan Parulian Siburian (Ayah), Maria sangat gemar dengan olahraga Volley. Seiring berjalannya waktu, selepas dari SD, dirinya melanjutkan pendidikan tingkat SMP ditanah kelahirannya, yakni di Aceh Tenggara.

Kepada wartakepri.co.id Senin (11/7/2016), Maria menuturkan bahwa semasa SMP dirinya sangat berprestasi dan cukup terkenal di Aceh. Prestasi pernah diraihnya dalam beberapa ivent olahraga seperti mengikuti pertandingan Bulu Tangkis, Volley, dan Olympiade Akademik Matematika. Selain itu, Maria juga sempat menjadi juara 2 dalam perlombaan Cerdas Cermat antar sekolah tingkat Kabupaten di Aceh Tenggara.

“Selain masa SD, saya juga berprestasi ketika duduk dibangku SMP. Berkat prestasi tersebut, saya cukup terkenal di Aceh. Sebuah prestasi yang gemilang pada saat itu adalah, ketika saya menjadi juara 2 dalam perlombaan Cerdas Cermat antar SMP untuk tingkat Kabupaten di Aceh Tenggara,” papar Maria.

PKP HIMALAYA

Lebih jauh diceritakan Maria, setelah lulus SMP, dirinya melanjutkan pendidikan tingkat SMA ke Kalimantan Timur. Disana, dirinya bersekolah di SMAN 1 Batu Sopang Kaltim. Berprestasi dan aktif diluar sekolah dalam club Volley serta Tenis Meja, membuat dirinya dilirik oleh beberapa perusahaan tambang swasta untuk bergabung sebagai atlit olahraga pada perusahaan tersebut. Memasuki kelas 3 SMA, dirinya kembali hijrah ke Aceh untuk melanjutkan sekolahnya pada SMAS Panti Harapan yayasan Katholik.

“Sewaktu SMA di Kaltim, saya juga terpilih sebagai peserta Cepat Tepat Kimia di Universitas Mulawarman Samarinda se Kalimantan. Meskipun tidak meraih hasil maksimal, akan tetapi dengan telah terpilihnya sebagai peserta, sudah merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi saya,” terangnya.

Selanjutnya, sambung Maria, pada tahun 2015 seusai lulus SMA, dirinya kembali ke Kota Batam untuk bekerja pada perusahaan swasta elektronik. Selama 9 bulan bekerja disana, ia mengundurkan diri karena alasan tidak sanggup bekerja jam malam. Memasuki Januari 2016, dirinya kembali mendapatkan pekerjaan di Batam sebagai Accounting hingga akhir Juni 2016. Pada Juli 2016, Maria kembali mencoba peruntungan dengan bekerja sebagai seorang Wartawati . Mengaku sangat berminat, dirinya siap untuk segera berkatifitas mengawali karir meraih sukses. (***)

Tulisan: emjee
Editor : Ichsan

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel